Bisnis
·
8 Desember 2020 11:58

Pertamina: Konsumsi Energi Turun 16 Persen Akibat COVID-19, Baru Pulih 2022

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pertamina: Konsumsi Energi Turun 16 Persen Akibat COVID-19, Baru Pulih 2022 (20766)
searchPerbesar
Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Merebaknya pandemi COVID-19 turut memberi dampak yang signifikan terhadap sektor energi di Indonesia. Konsumsi energi mengalami penurunan selama terhambatnya pergerakan konsumen sejak pandemi yang terjadi Maret 2020.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan hasil penelitian Pertamina Energy Institute (PEI), ditemukan bahwa pemakaian energi anjlok hingga 16 persen di tahun 2020.
"Pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan kebutuhan energi sebesar 16 persen di 2020. Pada jangka panjang, penurunannya akan mencapai 3 persen," ujar Vice President PEI, Hery Haerudin, dalam Pertamina Energy Webinar 2020, Selasa (8/12).
Hery Menjelaskan konsumsi batu bara juga akan mengalami penurunan. Kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh adanya transisi menuju energi terbarukan.
"Dalam hal lain, kita lihat batu bara di sisi energi final juga akan mengalami penurunan. Terutama disebabkan oleh penggunaan gas di sektor industri yang diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan," sambungnya.
Pertamina: Konsumsi Energi Turun 16 Persen Akibat COVID-19, Baru Pulih 2022 (20767)
searchPerbesar
Ilustrasi Pertamina. Foto: Pertamina
Menurut Hery, pemulihan konsumsi sektor energi paling cepat baru bisa terjadi pada tahun 2022. Hal itu pun baru bisa dicapai apabila transisi menuju energi terbarukan berjalan sesuai rencana.
ADVERTISEMENT
Dari hasil penelitiannya, energi terbarukan diproyeksikan mampu menjadi energi primer dengan tingkat pertumbuhan mencapai 29 persen di skenario Market Driven (MD), serta bisa mencapai 47 persen dengan skenario Green Transition (GT) pada tahun 2050.
"Selain itu juga, untuk mencapai penurunan emisi sesuai skenario, diperlukan EBT paling sedikit 16 persen pada 2030 yang didukung oleh disrupsi energi lainnya seperti EV (electric vehicle), biofuel, dan peningkatan pemanfaatan gas," pungkas Hery.