kumparan
Bisnis25 Februari 2020 18:07

Pertamina Targetkan Produksi 6.000 Barel B100 di 2021

Konten Redaksi kumparan
Road Test Biodiesel B30
Pengisian bahan bakar Biodiesel B30 pada mobil truk di Kementerian ESDM. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
PT Pertamina (Persero) bakal memproduksi Biodiesel 100 persen atau B100 mulai tahun depan. Tahap pertama, produksi bakal dilakukan di Kilang Cilacap, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menargetkan produksi pada pertengahan awal tahun depan sebanyak 6.000 barel per hari. Ini merupakan produksi tahap uji coba dalam program Quick Win.
"Quick Win pertengahan tahun depan sudah ada B100, 6.000 barel per hari. Ini bisa membuktikan bahwa CPO (Crude Palm Oil/minyak kelapa sawit) kita bisa B100. CPO kita berkualitas bagus," katanya dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (25/2).
Uji coba produksi B100 ini merupakan lompatan dari produksi biodiesel 30 persen saat ini atau B30. Kata dia, CPO yang terus ditingkatkan di dalam negeri hingga 100 persen sebagai bukti bahwa sawit nasional berkualitas.
Proyek Biodiesel 100 persen juga jawaban atas penolakan sawit yang dilakukan Eropa terhadap Indonesia.
ADVERTISEMENT
Selain dari Cilacap, produksi B100 selanjutnya bakal dilakukan di Kilang Plaju, Dumai. Keduanya merupakan kilang eksisting yang dikembangkan atau Refinery Development Master Plan (RDMP).
Konferensi pers tentang penanganan tumpahan minyak, Susi Pudjiastuti, Nicke Widyawati
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaiakan keterangan pers tentang penanganan tumpahan minyak (Oil Spill) di perairan Karawang. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Nicke mengatakan investasinya mencapai USD 600 juta. Perusahaan bisa menghemat hingga 50 persen dibandingkan membangun kilang baru.
Ke depan, Pertamina menargetkan program co-procesing. Di mana minyak sawit diinjeksikan ke kilang.
"Jadi sudah nyampur ke kilang, sehingga hasilnya juga lebih bagus. Lalu, ada B100 ini CPO nya diproses di kilang menghasilkan fuel," jelasnya.
Untuk bisa memproduksi ini semua, Nicke meminta pemerintah mengatur harga minyak kelapa sawit murah atau domestic market obligation (DMO) seperti batu bara untuk PT PLN (Persero).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan