kumparan
16 September 2019 12:01

Perum Perindo Tangkap Peluang Pasokan Ikan Dunia yang Berkurang

Nelayan menunjukkan ikan layar tangkapannya di Pantai Jumiang, Pamekasan, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Saiful Bahri
Pemerintah terus berupaya meningkatkan ekspor ikan dan berbagai produk perikanan. Direktur Utama Perum Perindo, Risyanto Suanda mengatakan, saat ini kondisi permintaan produk perikanan di dunia semakin besar.
ADVERTISEMENT
“Kenyataannya hari ini suplai produk perikanan di dunia saat ini jauh lebih sedikit dibanding demand-nya. Demand-nya cukup besar,” kata Risyanto di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (16/9).
Namun, Risyanto belum membocorkan berapa permintaan dan suplai yang dibutuhkan. Risyanto hanya merasa kondisi itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia. Sebab, ia mengakui potensi perikanan di Indonesia cukup besar.
“Sementara di kita potensinya luar biasa. Makanya bagaimana potensi yang luar biasa ini bisa kita optimalkan. Bisa kita konkritkan untuk memenuhi suplai yang kurang itu,” ujar Risyanto.
Suasana acara ngopi bareng di Kementerian BUMN. Foto: Moh Fajri/kumparan
Untuk berperan menyuplai kebutuhan itu, Risyanto mengungkapkan pihaknya terus sudah punya kegiatan terkait produksi. Selain itu, ia membeberkan ada kegiatan budidaya perikanan. Sehingga tidak hanya mengandalkan penangkapan ikan dari laut saja.
ADVERTISEMENT
“Kami punya Perum Perindo ada tambak vaname, tambak udang, terus kita kita punya keramba jaring apung di Singaraja,” ungkap Risyanto.
Risyanto menuturkan pihaknya juga mempunyai pabrik-pabrik pakan yang mendukung produksi yang berkualitas. Menurutnya dengan fasilitas itu bisa membuat harga jadi kompetitif.
Risyanto optimistis berbagai kondisi yang disiapkan ini bisa menguatkan posisi Indonesia di pasar ikan dunia.
“Kita punya pengoperasian kapal. Kapal ini ada 2, ada penangkap ikan, ada pengumpul. Penangkap ikan kita menangkap langsung, pengumpul kita beli dari nelayan-nelayan kecil di seluruh nusantara,” tutur Risyanto.
“Kita punya pemasaran, ada processing, ada perdagangan, ada pendistribusian. Ini yang ekspor, impor ada di sini, ada di pemasaran,” tambahnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan