Bisnis
·
6 Desember 2020 10:40

Pesawat N219 Selesaikan Tes dari Kemenhub, Siap Masuk Fase Produksi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pesawat N219 Selesaikan Tes dari Kemenhub, Siap Masuk Fase Produksi (12946)
searchPerbesar
Uji terbang pertama pesawat N219 Foto: Antara
Pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PT DI bakal segera diproduksi di Indonesia. Sebab, pesawat hasil kerja sama PTDI dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ini sudah selesai menjalani tes di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, pesawat N219 ini telah melakukan uji terbang perdana 16 Agustus 2017 lalu. Kemudian pada 10 November 2017 bertepatan dengan Hari Pahlawan, Presiden Jokowi resmi memberi nama Nurtanio untuk pesawat tersebut.
"N219 (PD1) telah menyelesaikan tes penerbangan untuk keperluan Sertifikasi Fisik Penerbangan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Kemenhub dan mereka terbang aman dengan pesawat ini," tulis PT DI di Instagram dikutip kumparan, Minggu (6/12).

Pesawat N219 Siap Diproduksi

Dengan selesainya tes penerbangan ini, N219 siap diproduksi. Sebelumnya, Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro mengatakan, produksi pesawat ini dilakukan pertengahan tahun ini.
“Rencana setelah tc (type certificate) di pertengahan tahun ini. Ya kita kearah persiapan ke arah produksi. Mudahan mudahan kita harus bisa tetap sesuatu schedule,” ujar Elfien ketika ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/2).
ADVERTISEMENT
Elfien menerangkan, pesawat tersebut akan diproduksi massal secara bertahap. Ditargetkan ke depan, produksi N219 mencapai 36 unit per tahun.
"Produksi massal targetnya bertahap, dari mulai 4 kita delivery pasti 2 dulu. Setelah itu 12 dan bergerak mengikuti pasar, saya kira sangat besar untuk Indonesia bisa sampai 36 per tahun," jelasnya.
Dia pun mengungkapkan, nantinya pengiriman pertama pesawat N219 tersebut akan dilakukan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh. Pemda Aceh sudah melakukan Letter of Interest (LOI).

Butuh Anggaran USD 30 Juta untuk Produksi 12 Pesawat

Dalam hal anggaran, Elfien menyebut, jumlahnya bisa tergantung pada kebutuhan pengembangan pesawat. Menurut hitungannya, 12 pesawat membutuhkan dana sekitar USD 30 juta selama setahun.
Ke depan, BUMN produsen pesawat ini tak menutup kesempatan bagi investor yang berkeinginan menanamkan modal untuk produksi. Sebab, dana yang digelontorkan pemerintah hanya diperuntukkan bagi pengembangan pesawat.
ADVERTISEMENT