kumparan
20 Sep 2019 18:56 WIB

Peta Sawit Dipastikan Rampung Tahun Ini

Aktivitas Petani Plasma Kelapa Sawit Asian Agri di Provinsi Riau, Jumat (22/3). Foto: Abdul Latif/kumparan
Pemerintah sedang membuat satu peta sawit untuk mengkoordinasi seluruh data lokasi perkebunan. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) evaluasi kemajuan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2018 tentang penundaan dan evaluasi izin perkebunan kelapa sawit.
ADVERTISEMENT
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono memastikan, peta sawit rampung di tahun ini.
Menurutnya, memang selama ini harusnya setiap Kementerian dan Lembaga (K/L) memiliki satu data yang sama. Sampai saat ini, progres pembuatan peta sawit sudah rampung di tahap groundchecking.
Pekerja menurunkan tandan buah segar kelapa sawit untuk diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO). Foto: ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Groundcheck nya sudah selesai, tinggal satu kali rapat rekonsiliasi tinggal diumumkan,” katanya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/9).
Lebih lanjut dia menjelaskan, data yang akan masuk dalam satu peta sawit ini adalah luas lahan, titik lokasi, dan nama pemiliknya. Sementara untuk usia perkebunan sawitnya akan dimasukkan secara bertahap.
“Sekarang soal usia perkebunannya belum masuk. Baru luas, titik, dan pemilik. Nanti kan ada surat tanda daftar budi daya,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Nantinya, masing-masing K/L akan menggunakan satu data yang sama dalam peta sawit.
”Semua mendasarkan pada satu data itu nanti,” katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan