Bisnis
·
7 Desember 2020 19:57

Petani Tembakau: Pemerintah Deal Cukai Rokok Kretek Tangan Tak Naik di 2021

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Petani Tembakau: Pemerintah Deal Cukai Rokok Kretek Tangan Tak Naik di 2021 (211437)
Pegawai pabrik rokok melakukan produksi manual. Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mengatakan tarif cukai rokok golongan Sigaret Kretek Tangan (SKT) tidak naik di tahun depan. Hal ini berdasarkan hasil pertemuan antara asosiasi petani tembakau dengan pemerintah.
ADVERTISEMENT
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APTI, Agus Parmuji, mengatakan pertemuan itu dilakukan di Istana Negara saat para petani tembakau berunjuk rasa pada 16 November 2020.
Menurut dia, saat itu perwakilan petani ditemui langsung Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko dan Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo.
Agus menjelaskan, pihaknya menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah terkait cukai hasil tembakau. Di antaranya tidak menaikkan tarif cukai golongan SKT, Sigaret Kretek Mesin (SKM), meminta kesejahteraan petani tembakau, hingga meminta agar ekosistem pertembakauan tetap stabil.
"Hasil dialognya, oke SKT tidak naik. Sudah deal yang SKT," ujar Agus kepada kumparan, Senin (7/12).
Selama ini, sektor SKT dinilai mengakomodasi ratusan ribu buruh/pekerja pelinting. Sehingga menurutnya, sudah seharusnya pemerintah melindungi para pekerja SKT.
ADVERTISEMENT
Dia berharap pemerintah tak lagi abai tentang perlindungan tenaga kerja tersebut. "Negara dibuatkan lapangan kerja oleh SKT, jangan dilibas dengan kenaikan cukai," katanya.
Petani Tembakau: Pemerintah Deal Cukai Rokok Kretek Tangan Tak Naik di 2021 (211438)
Pekerja mengenakan sarung tangan dan masker saat melinting rokok sigaret kretek tangan di pabrik rokok PT Digjaya Mulia Abadi (DMA) mitra PT HM Sampoerna. Foto: Siswowidodo/ANTARA FOTO
Untuk tuntutan lainnya seperti kesejahteraan petani dan ekosistem pertembakauan, pemerintah memastikan hal itu menjadi prioritas. Namun untuk tarif cukai golongan SKM, hingga saat ini belum ada kesepakatan.
Menurut Agus, pemerintah memastikan SKM akan naik di tahun depan. Inilah yang masih menjadi perdebatan dengan para petani tembakau dan industri.
"Pemerintah tetap mau naik, kami masih minta supaya SKM juga tidak naik. Pemerintah masih bertahan di double digit, 10-17 persen kenaikannya," jelasnya.
"Kami mengusulkan agar cukai SKM jangan naik terlalu tinggi, karena SKM ini sebagai padat bahan baku. Kami kepenginnya maksimal 5 persen untuk cukai SKM," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, saat dikonfirmasi kumparan, hingga saat ini Prastowo masih enggan berkomentar mengenai hasil kesepakatan tersebut. Begitu juga dengan pihak KSP maupun Ditjen Bea Cukai.