kumparan
17 Oktober 2018 15:06

PGN Masih Hitung Keuntungan Akuisisi 4 Anak Usaha Pertagas

Ilustrasi Perusahaan Gas Negara (PGN). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Kementerian BUMN tengah mengkaji 4 anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas) agar bisa dicaplok PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN. Dengan begitu, semua perusahaan di sektor gas yang berada di Pertagas bisa di bawah bendera PGN.
ADVERTISEMENT
PT Pertamina (Persero) sebagai ketua holding BUMN Migas saat ini tengah berhitung valuasi dari 4 anak usaha Pertagas ini bersama Kementerian BUMN. Proses ini akan menjadi valuasi tahap dua dalam akuisisi subholding migas.
Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Utama, mengatakan sebagai anggota holding yang berada di bawah Pertamina, perusahaan siap menerima keputusan. Menurutnya opsi untuk mencaplok 4 anak usaha Pertagas itu terbuka.
Hanya saja, Rachmat menekankan perusahaan juga harus berhitung keuntungan dan kontribusi 4 anak usaha Pertagas itu saat berada di bawah PGN.
"Tapi kita lihat lagi, kaitannya itu benar dengan gas. Tapi kontribusinya kita mesti lihat. Apakah nanti keempatnya itu akan jadi eksisting di bawah Pertagas atau harus kita bedah lagi. Kalau otomatis itu masuk di subholding (di bawah PGN) kan PGN harus mikirin 4 itu hidup. Enggak cuma nambah anak, tapi harus ada hasilnya. Ini yang kita masih tunggu dan kaji lagi," kata dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (17/10).
Suasana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) milik PGN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/10). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
ADVERTISEMENT
Keempat anak perusahaan Pertagas yang dimaksud adalah PT Perta Samtan Gas, PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas dan PT Perta Kalimantan Gas. Sebenarnya, ada satu lagi anak usaha Pertagas yaitu PT Pertagas Niaga. Tapi, perusahaan ini sudah lebih dulu diakuisisi PGN bersamaan dengan akuisis Pertagas dengan valuasinya Rp 16,6 triliun.
Untuk valuasi keempat anak usaha Pertagas ini, Rachmat mengaku tahu berapa nilainya. Kementerian BUMN dan Pertamina masih menghitungnya. Proses ini akan masuk valuasi tahap dua.
"Iya. Tapi belum tahu. PGN kan hanya bayar saja nanti. Kalau yang tahap 1 kan udah. Ini nanti tahap kedua. Itu nanti akan dicek lagi. Kita akan nilai lagi potensi kedepannya. Kan yang perlu diantisipasi itu bagaimana ngembangin 4 perusahaan itu," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Deputi Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengakui, Pertamina dan pihaknya memang tengah berhitung valuasi dari keempat anak usaha Pertagas ini. Menurutnya, keempat perusahaan ini nilainya bisa saja lebih besar atau lebih kecil dari valuasi PGN-Pertagas tahap satu.
"Masih dikaji sama Pertamina. Valuasinya bisa lebih besar atau lebih kecil. Masih dihitung," kata Fajar di Bali.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan