kumparan
26 Maret 2020 12:40

Pindah Kerja di Tengah Corona yang Mewabah, Amankah?

Virus corona - Penutupan Plaza Indonesia
Penjaga toko membersihkan etalase di Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (24/3). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Virus corona menghantam sektor perekonomian di Indonesia. Instansi baik dari pemerintah maupun swasta sudah banyak yang mempekerjakan karyawannya dari rumah untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
ADVERTISEMENT
Selain itu, pusat perbelanjaan atau mal juga sudah mulai secara bergantian menutup operasionalnya sementara waktu. Dalam kondisi ini, tentu para karyawan yang bekerja ikut terdampak secara ekonominya.
Lalu, apakah seorang karyawan bisa aman ekonominya kalau memilih pindah perusahaan atau tempat kerja dalam situasi seperti ini?
Peneliti dan Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rusli Abdullah mengatakan, sebenarnya dampak virus corona belum menyerang langsung ke pendapatan pegawai kantoran.
Rusli mengatakan pekerja tersebut masih bisa mendapatkan penghasilan bulanan dengan bekerja dari rumah atau Work From Home. Sehingga, Rusli menganggap pindah kerja saat ini tidak aman.
“Saya kira enggak (aman). Pasti juga enggak boleh sama bos-nya. Ekonomi kayak gini,” kata Rusli saat dihubungi, Kamis (26/3).
Kemensos periksa pegawai untuk cegah corona
Para pegawai Kementerian Sosial RI menjalani pemeriksaan untuk mencegah penyebaran virus corona. Foto: Dok. Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial
Selain itu, Rusli merasa perusahaan juga tidak bakal memprioritaskan merekrut karyawan baru di tengah serangan virus corona. Meski begitu, Rusli tidak menampik ada profesi yang bisa tetap dibutuhkan.
ADVERTISEMENT
“Pindah juga nggak ada yang mencari atau menawari pekerjaan kecuali dia ahli di bidang IT, mungkin bisa mobile. Tapi kalau bidang administrasi kayaknya enggak deh. Kan IT nggak harus ke kantor. Perusahaan ada buka (lowongan) tapi enggak sebanyak kalau normal,” ujar Rusli.
Untuk itu, Rusli menyarankan agar tetap bekerja di perusahaan saat ini. Sebab, kata Rusli, dampak virus corona sudah nyata dirasakan oleh para pekerja harian. Ia menjelaskan ada juga pabrik yang masih buka dengan risiko terpapar virus corona.
“Cuma bagi orang PKL yang penghasilan harian, pedagang bakso dan lainnya terdampak. Sebelum ada penutupan kantor, ada libur anak sekolah, ragunan dan lain-lain. Penghasilan mereka yang biasanya di keramaian itu enggak bisa, dampaknya langsung hari itu juga,” terang Rusli.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan