PLN Bagi Kompor Listrik Gratis, Berapa Tambahan Daya buat Warga Miskin?

21 September 2022 17:36
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
PLN mendukung penggunaan kompor listrik induksi. Foto: PLN
zoom-in-whitePerbesar
PLN mendukung penggunaan kompor listrik induksi. Foto: PLN
ADVERTISEMENT
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, berkomentar mengenai program konversi kompor listrik untuk masyarakat miskin. Nantinya, penerima kompor listrik akan mendapatkan meteran listrik tambahan.
ADVERTISEMENT
Arifin mengatakan, kepastian tambahan meteran listrik (Miniatur Circuit Breaker/MCB) gratis untuk masyarakat masih diuji coba oleh PT PLN (Persero).
"Kan lagi uji coba dulu, PLN yang uji coba. Nanti dilihat dari uji coba nanti dianalisa hasilnya," kata Arifin saat ditemui di JCC Senayan, Rabu (21/9).
Adapun saat ini, PLN sedang melakukan uji klinis konversi kompor LPG 3 kilogram menjadi kompor listrik untuk pelanggan PLN. Targetnya kompor dapat disalurkan kepada 300.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tahun 2022 ini.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menteri ESDM Arifin Tasrif berkeliling di pameran 46th IPA Convention and Exhibition 2022, Rabu (21/9/2022). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Arifin Tasrif berkeliling di pameran 46th IPA Convention and Exhibition 2022, Rabu (21/9/2022). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Sebelumnya, Sekjen Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengungkapkan, paket kompor listrik diberikan kepada masyarakat yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Satu paket terdiri dari kompor listrik dua tungku, satu alat masak, dan satu MCB.
ADVERTISEMENT
“Jadi satu rumah itu dikasih satu paket, kompornya sendiri, alat masaknya sendiri, dayanya dinaikkan (menggunakan MCB),” kata Rida usai menghadiri Rapat Banggar di Kompleks Parlemen, Selasa (20/9).
Kendati begitu, dia menyebutkan bahwa harga paket tersebut kemungkinan mengalami perubahan. Pasalnya, ada usulan agar salah satu tungku dinaikkan dayanya, dari sebelumnya 800 VA menjadi 1.000 VA lebih.
Dengan demikian, masyarakat miskin dengan daya listrik 450 VA atau 900 VA tidak akan terbebani karena menggunakan kompor listrik. Namun, Rida belum bisa memastikan berapa perubahan daya listriknya.
“Rp 1,8 juta itu rencana awal dengan dua tungku yang sama kapasitasnya. Cuma sekarang masih uji coba, ada usulan yang satu tungkunya diubah lebih gede. Nah masih dikalkulasi berapa harganya, harusnya kan nggak Rp 1,8 juta lagi, pasti lebih naik Rp 2 juta lah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT