kumparan
search-gray
Bisnis2 Agustus 2020 6:22

Populer: 7 Negara Maju Masuk Resesi dan Viral Bos Jouska Caci Maki Nasabah

Konten Redaksi kumparan
Populer: 7 Negara Maju Masuk Resesi dan Viral Bos Jouska Caci Maki Nasabah (928221)
Ilustrasi Jouska. Foto: Melly Meiliani/kumparan
Resesi menjadi ancaman dan harus siap dihadapi oleh semua negara yang terdampak virus corona. Setidaknya sampai saat ini sudah ada tujuh negara maju yang masuk ke jurang resesi.
ADVERTISEMENT
Kabar tersebut menjadi salah satu yang berita populer di kumparanBisnis. Berita itu dilengkapi dengan kasus Jouska yang belum juga berakhir dan puncak arus mudik Idul Adha yang diprediksi jatuh di hari ini.
Berikut ini selengkapnya berita populer kumparanBisnis sepanjang hari Sabtu (1/8):

7 Negara Maju Masuk Jurang Resesi

Pandemi COVID-19 telah menjatuhkan perekonomian banyak negara, bahkan beberapa negara maju telah masuk ke jurang resesi karena pertumbuhan ekonominya minus dua kali berturut-turut. Setidaknya sudah ada tujuh negara maju yang mengalami resesi, yaitu:
  • Singapura
Dilansir Reuters, ekonomi Singapura di kuartal II 2020 terpuruk di posisi minus 41,2 persen secara kuartalan (qtq). Pertumbuhan ekonomi Singapura tersebut juga jauh lebih dalam dibandingkan proyeksi Reuters yang minus 37,4 persen. Sektor konstruksi pun anjlok hingga 95,6 persen.
ADVERTISEMENT
Sementara jika dibandingkan secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Singapura di kuartal II 2020 anjlok 12,6 persen (yoy), jauh lebih dalam dibandingkan kuartal I 2020 yang juga minus 0,3 persen (yoy). Capaian tersebut juga merosot dibandingkan proyeksi para ekonom di kisaran 10,5 persen (yoy).
  • Korea Selatan
Setelah Singapura, kini giliran Korea Selatan (Korsel) yang mengalami resesi akibat terpukulnya perekonomian karena merebaknya virus corona.
Ini merupakan kali pertama perekonomian Korsel itu anjlok secara dua kuartal berturut-turut dalam 17 tahun terakhir. Sebelumnya hal serupa pernah terjadi pada tahun 2003, sementara penurunan paling tajam terjadi pada saat krisis global tahun 1998.
  • Jerman
Pemerintah Jerman mengumumkan Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman minus 10,1 persen pada kuartal II. Jerman resmi masuk ke jurang resesi. Pasalnya, PDB Jerman kontraksi 2,2 persen pada kuartal I 2020.
ADVERTISEMENT
Badan Statistik Federal Jerman menyebut kontraksi dalam PDB menjadi terbesar dan lebih parah dari krisis keuangan 2008-2009. Upaya penanggulangan pandemi virus corona membuat ekonomi anjlok terutama pada sektor ekspor dan impor.
Populer: 7 Negara Maju Masuk Resesi dan Viral Bos Jouska Caci Maki Nasabah (928222)
Karyawan cafe di Jepang gelar doa bersama. Foto: Eugene Hoshiko/AP
  • Jepang
Jepang resmi mengalami resesi ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Jepang dilaporkan minus 3,4 persen pada periode Januari-Maret 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini merupakan penurunan terbesar sejak tahun 2015.
Kontraksi pertumbuhan ekonomi Jepang ini pun menyusul pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2019 yang mencapai minus 6,4 persen.
  • Prancis
INSEE, biro statistik Prancis menyatakan pertumbuhan ekonomi negara tersebut mengalami kontraksi atau minus 13,8 persen pada kuartal II 2020 akibat dampak penerapan karantina (lockdown) di masa pandemi corona. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Prancis dalam tiga kuartal terakhir mengalami kontraksi.
ADVERTISEMENT
Pada kuartal II 2020, kontraksi ekonomi Prancis jauh lebih dalam dari negara-negara Eropa lainnya seperti Jerman yang minus 10,1 persen, Austria kontraksi 10,7 persen, dan Belgia minus 12,2 persen.
  • Hong Kong
Hong Kong resmi mengalami resesi ekonomi selama empat kuartal berturut-turut sejak 2019. Hong Kong terperosok kian dalam ke jurang resesi pada kuartal II 2020, terkontraksi 9 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Tercatat pada kuartal III 2019 lalu, laju ekonomi Hong Kong minus 2,8 persen karena aksi demo berkepanjangan. Pada kuartal IV 2019, ekonomi Hong Kong kembali jatuh minus 3 persen yang membuat Hong Kong resmi terperosok ke jurang resesi.
  • Amerika Serikat
Terbaru, Amerika Serikat juga resmi resesi. Perekonomian negeri Paman Sam tersebut tercatat negatif 32,9 persen pada periode April-Juni. Kontraksi ini jauh lebih tajam dari kuartal I yang tercatat minus 5 persen. Kontraksi tajam terjadi dalam konsumsi, ekspor, hingga investasi dan pengeluaran pemerintah.
Populer: 7 Negara Maju Masuk Resesi dan Viral Bos Jouska Caci Maki Nasabah (928223)
Founder dan Chief Executive Office (CEO) PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno. Foto: Facebook/Jouska Indonesia

Viral Bos Jouska Marah dan Caci Maki Nasabah

Kasus yang menyeret Finansial Planner PT Jouska Finansial Indonesia masih berlanjut. Setelah seluruh kegiatannya disetop Satgas Waspada Investasi OJK, serta situs dan media sosialnya diblokir, kini warga net ramai memperbincangkan CEO Jouska, Aakar Abyasa.
ADVERTISEMENT
Hal ini bermula dari viral-nya sebuah rekaman suara yang diposting oleh akun twitter @MadamSaham. Unggahan rekaman tersebut meudian menjadi viral dan tagar CEO Jouska menjadi trending di twitter.
Dalam rekaman suara tersebut terdengar seorang perempuan yang mencoba berbicara dengan seorang pria, namun dibalas dengan cacian dan teriakan dari pria tersebut.
Warga net kemudian menduga-duga bahwa suara dalam rekaman tersebut adalah suara CEO Jouska, Aakar Abyasa dengan salah seorang nasabah. Ada pula yang menghubungkan percakapan tersebut dengan kasus yang akhirnya membuat operasional Jouska di setop saat ini.
Populer: 7 Negara Maju Masuk Resesi dan Viral Bos Jouska Caci Maki Nasabah (928224)
Kepadatan di Gerbang Tol Palimanan H-2 Jelang Idul Adha. Foto: Dok. Adhi Danar

Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik Hari Ini

Kementerian Perhubungan atau Kemenhub mengimbau para pemudik saat liburan panjang Idul Adha untuk menghindari perjalanan pulang pada Minggu (2/8) yang merupakan hari terakhir libur panjang. Hari ini diprediksi puncak arus balik menuju arah Jakarta, sehingga berpotensi macet.
ADVERTISEMENT
"Dalam kondisi seperti ini untuk menghindari kemacetan di hari Minggu saya mengimbau masyarakat yang bepergian ke Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk kembali lebih cepat agar menghindari kemacetan di hari Minggu," kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, di Jakarta, Sabtu (1/8).
Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik mengatur rencana perjalanannya dan menyesuaikan waktu untuk kembali ke Jakarta sehingga tidak bersamaan kembali ke kota asal atau ke Jakarta dan dapat meminimalisasi kepadatan.
Selain menghindari kemacetan arus lalu lintas, pihaknya juga menganjurkan perjalanan arus balik Idul Adha selain hari Minggu besok, demi menjaga kesehatan dan memulihkan energi masyarakat sebelum kembali beraktivitas pada keesokan harinya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white