Populer: AP II Hengkang dari Bandara Halim; Geliat Ekonomi Citayam Fashion Week

22 Juli 2022 5:59
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Remaja berpose di area sekitar taman Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Remaja berpose di area sekitar taman Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Hengkangnya PT Angkasa Pusa II (Persero) atau AP II sebagai pengelola Bandara Halim Perdanakusuma digantikan oleh PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS) menjadi berita yang paling banyak dibaca sepanjang Kamis (21/7).
ADVERTISEMENT
Selain itu juga ada kabar soal tren Citayam Fashion Week sekitar Dukuh Atas, Sudirman, yang berdampak pada perekonomian pedagang. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBisnis.

AP II Hengkang dari Bandara Halim

Pengelola Bandara Halim Perdanakusuma yang sebelumnya dipegang oleh AP II resmi dialihkan e dengan PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS) yang merupakan anak usaha Lion Air Group. Hal ini dipastikan oleh TNI Angkatan Udara (AU) setelah dilakukan rapat antara tiga pihak tersebut pada Rabu (20/7).
Pertemuan tersebut menyepakati serah terima pengelolaan lahan 21 hektar di Bandara Halim Perdanakusuma.
Personel TNI AU mempersiapkan Hercules C-130 di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Foto: Museum Angkut
zoom-in-whitePerbesar
Personel TNI AU mempersiapkan Hercules C-130 di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Foto: Museum Angkut
"Serah terima tersebut sebagai tindak lanjut dari putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, yaitu Putusan Peninjauan Kembali MA Nomor 527/PK/Pdt/2015," jelas Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah dalam keterangan resminya kepada kumparan, Kamis (21/7).
ADVERTISEMENT
Kesepakatan ini disebut sudah melalui proses beberapa kali rapat ketiga pihak. Hengkangnya AP II dipastikan tidak mengganggu pelayanan penerbangan.
Hal ini juga dikarenakan bandara sedang menjalani proses revitalisasi dan tidak ada aktivitas penerbangan sejak Januari 2022. Bandara baru akan dibuka lagi pada September 2022.

Lion Air Group Harusnya Sudah Kelola Bandara Halim Sejak 2010

Bandara Halim Perdana Kusuma usai HUT TNI AU Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bandara Halim Perdana Kusuma usai HUT TNI AU Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Merujuk pada salinan dokumen PK MA Nomor 527/PK/Pdt/2015, PT ATS seharusnya sudah mengelola Bandara Halim Perdanakusuma setidak-tidaknya sejak 2010. Hal tersebut berdasarkan perjanjian antara Induk Koperasi TNI Angkatan Udara (INKOPAU-PUKADARA) dan ATS yang saat itu diwakili oleh Edward Sirait.
Nota Kesepakatan tentang Pengelolaan Bersama aset tanah di Bandara Halim Perdanakusuma ditandatangani TNI AU dan ATS pada 12 Mei 2004. Lalu pada 28 Juli 2004, mereka berdua menandatangani Memorandum Kesepakatan Bersama tentang Pemanfaatan Aset TNI Angkatan Udara berupa tanah seluas 19 hektar yang terletak di Bandara Halim Perdanakusuma beserta fasilitas penunjangnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Atas dasar Memorandum Kesepakatan tersebut, pada 10 Februari 2006, keduanya membuat dan menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Aset TNI Angkatan Udara berupa tanah seluas 21 hektar di Bandara Halim Perdanakusuma.
Untuk bisa mengelola bandara tersebut, ATS membayar Rp 17,82 miliar kepada Induk Koperasi TNI AU. Rinciannya, Rp 7,03 miliar untuk kompensasi, Rp 8,44 miliar untuk kontribusi tahunan sejak tahun 2006-2007, dan Rp 2,34 miliar untuk pembayaran sewa ke kas negara tahun 2006/2007. Dengan membayar Rp 17,8 miliar, ATS mendapatkan kontrak hak kelola selama 21 tahun atau hingga 10 Februari 2031.
"Akan tetapi sejak dibuat dan ditandatangani Perjanjian ini sampai diajukannya gugatan ini, Tergugat I (TNIA AU) tidak menyerahkan Obyek Perjanjian kepada Penggugat (ATS)," demikian isi PK MA Nomor 527/PK/Pdt/2015.
ADVERTISEMENT

Geliat Ekonomi di Citayam Fashion Week

Warga duduk-duduk dan berbincang di kawasan Taman Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (14/7/2022). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Warga duduk-duduk dan berbincang di kawasan Taman Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (14/7/2022). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto
Tren Citayam Fashion Week di SCBD bagai durian runtuh bagi pedagang. Terletak di pusat kota Jakarta, kawasan Dukuh Atas-Sudirman, menjadi pusat keramaian yang mendatangkan banyak masyarakat dari segala kelas sosial.
Anwar, seorang penjual cilok asal Kebon Pala, Jakarta Timur, menyebutkan dirinya meraih keuntungan hingga dua kali lipat berkat ramainya masyarakat yang datang ke kawasan Dukuh Atas.
“Pemasukan jadi banyak semenjak viral. Saya paling tinggi dapat sampai Rp 1,4 juta, padahal sehari-hari paling tinggi dapat Rp 700 ribu. Pemasukan jadi banyak semenjak viral,” ujar Anwar kepada kumparan.
Semenjak viralnya tren ABG Citayam mejeng di sana, Anwar mengaku dirinya kelimpungan mendapati banyak pengunjung yang datang ke sana. “Sekarang sudah ramai jadi, kadang jam 8 atau jam 9 malam sudah habis,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya Anwar, Tata salah satu pemilik warung kopi di sana juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapat keuntungan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ada geliat ekonomi di sini.
“Pendapatan naik dua kali lipat, lebih seperti biasanya enggak tentu juga. Biasanya kan cuma sabtu minggu aja sekarang tiap hari tapi sore,” jelasnya.
Adanya kenaikan pendapatan, membuat seorang pedagang Bakpao, Royali, bersyukur terhadap kondisi yang terjadi saat ini. “Dulu pas ada COVID dikit yang dateng tukang kopi hanya ada 5 saat itu sisanya penjual tahu bulat sama saya,” jelas Royali.