Bisnis
·
29 Desember 2020 6:22

Populer: Harga Bitcoin Tembus Rp 400 Juta; Pesawat N219 Siap Diproduksi di 2021

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Populer: Harga Bitcoin Tembus Rp 400 Juta; Pesawat N219 Siap Diproduksi di 2021 (98434)
searchPerbesar
Ilustrasi Bitcoin Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Berita populer kali ini diawali dari kenaikan instrumen investasi Bitcoin atau mata uang digital. Harga Bitcoin mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah hingga tembus Rp 400 juta.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, berita populer lainnya yaitu tentang Pesawat N219 yang siap diproduksi pada tahun depan, setelah mendapat sertifikasi resmi dari Kementerian Perhubungan.
Dari hasil pengujian DKPPU Kemenhub, pesawat N219 dinyatakan telah memenuhi CASR Part 23 (Airworthiness Standards for Aeroplanes in the Normal, Utility, Acrobatic or Commuter Category).
Berikut kumparan merangkum berita populer, Selasa (29/12):
Hari Ini Harga Bitcoin Tembus Rp 400 Juta
Bitcoin kembali mencatatkan harga tertingginya sepanjang sejarah yaitu mencapai Rp 400 juta pada 27 Desember 2020. Apabila diakumulasi sejak awal tahun 2020 hingga saat ini, kenaikan Bitcoin sudah mencapai lebih dari 300 persen dibandingkan harga Bitcoin di Januari 2020 sebesar Rp 90 juta-an.
Padahal awal mulanya Bitcoin muncul memiliki harga kurang dari USD 1 atau per 1 Bitcoinnya di tahun 2010. Jika saat ini dirupiahkan hanya sekitar Rp 14.000.
ADVERTISEMENT
“Bitcoin sekarang menjadi komoditas yang kian menarik dan secara harga sendiri sekarang 1 Bitcoin seperti memiliki 1 buah apartment di Jakarta " ungkap CEO Indodax Oscar Darmawan melalui keterangan tertulis, Senin (28/12)
Bitcoin mencatatkan performa yang apik di akhir tahun 2020. Dalam satu bulan Desember 2020 sendiri kenaikan Bitcoin hampir dua kali lipat dari Rp 230 juta meningkat menjadi Rp 400 juta.
Lompatan tinggi harga Bitcoin di akhir tahun ini benar-benar di luar prediksi. Awalnya, kenaikan harga Bitcoin diprediksi hanya sampai level USD 20.000 atau setara dengan Rp 308 juta (kurs Rp14.000) oleh banyak pihak. Namun ternyata sebelum pergantian tahun, Bitcoin sudah melewati level harga tersebut bahkan menembus Rp 400 juta.
Populer: Harga Bitcoin Tembus Rp 400 Juta; Pesawat N219 Siap Diproduksi di 2021 (98435)
searchPerbesar
CEO INDODAX, Oscar Darmawan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Penyebab utama kenaikan signifikan harga Bitcoin terjadi karena permintaan yang masif. Banyak perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang memborong Bitcoin.
ADVERTISEMENT
Dengan lompatan harga yang terjadi saat ini menjadikan Bitcoin sebagai komoditas investasi yang paling menguntungkan bila dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya seperti deposito, logam mulia, saham, maupun surat utang bahkan properti.
“Permintaan Bitcoin terus meningkat di seluruh dunia sementara suplainya terbatas sehingga harga Bitcoin berpotensi ke depan akan terus naik secara jangka panjang bahkan beberapa perbankan dunia meramalkan harga Bitcoin akan menembus lebih dari 1 milyar rupiah per 1 bitcoinnya. Ini membuat Bitcoin menjadi salah satu komoditas investasi yang paling menguntungkan dibandingkan instrumen investasi lainnya,” tutupnya.

Pesawat N219 Kantongi Sertifikasi Kemenhub

Pesawat N219 telah menyelesaikan seluruh rangkaian pengujian sertifikasi dan resmi memperoleh Type Certificate. Sertifikat ini diberikan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
ADVERTISEMENT
Type Certificate pesawat N219 diserahkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Nur Isnin Istiartono kepada Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro, disaksikan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi di Ruang Mataram, Gedung Kementerian Perhubungan RI, Jakarta.
Proses sertifikasi merupakan proses terpenting untuk menjamin keamanan dan keselamatan, mengingat pesawat tersebut ke depannya akan digunakan oleh pengguna dan masyarakat umum. Dari hasil pengujian DKPPU Kemenhub, pesawat N219 dinyatakan telah memenuhi CASR Part 23 (Airworthiness Standards for Aeroplanes in the Normal, Utility, Acrobatic or Commuter Category).
“Prototype pesawat pertama (Prototype Design 1) N219 Nurtanio telah menjalani Flight Cycle sebanyak 250 cycle dan Flight Hours sebanyak 275 jam, sedangkan prototype pesawat kedua (Prototype Design 2) N219 telah menjalani Flight Cycle sebanyak 143 cycle dan Flight Hours sebanyak 176 jam. Sehingga secara total pesawat N219 telah menyelesaikan 393 Flight Cycle dan 451 Flight Hours dalam proses sertifikasi ini,” kata Direktur Teknologi & Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan dalam siaran persnya, Senin (28/12).
ADVERTISEMENT
Bukan pertama kali bagi PTDI melakukan pengembangan produk, pengembangan pesawat N219 dimulai pada tahun 2014 untuk tahap desain dan aplikasi Type Certificate, dilanjutkan dengan pembuatan prototype pesawat pertama pada tahun 2016 dan prototype pesawat kedua pada tahun 2017, bersamaan dengan proses integrasi sistem, di mana pada tahun tersebut merupakan awal mula proses pengujian untuk sertifikasi, hingga akhirnya di tahun 2020 berhasil memperoleh sertifikasi, untuk selanjutnya direncanakan masuk ke tahap komersialisasi pada tahun 2021.
Populer: Harga Bitcoin Tembus Rp 400 Juta; Pesawat N219 Siap Diproduksi di 2021 (98436)
searchPerbesar
Pesawat N219 Foto: Twitter/ @gerrys
Dengan selesainya sertifikasi, pesawat N219 diharapkan dapat menjadi awal dari kebangkitan kembali industri dirgantara Indonesia, yang kemudian dapat membantu mengisi kebutuhan penerbangan konektivitas dan perintis di pelosok Indonesia dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara lebih merata.
Adapun untuk nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pesawat N219 berdasarkan hasil assessment oleh PT Surveyor Indonesia tahun 2019 adalah sebesar 44,69 persen dan PTDI dengan melibatkan berbagai industri komponen dalam negeri akan terus berupaya meningkatkan nilai TKDN pesawat N219 hingga mencapai lebih dari 50 persen, sehingga manfaat dari mengembangkan produk pesawat nasional dapat dimaksimalkan dan disebarkan pada industri UMKM Nasional.
ADVERTISEMENT
Produksi awal akan dibuat 4 unit pesawat N219 dengan menggunakan kapasitas produksi yang saat ini tersedia, untuk selanjutnya PTDI akan melakukan upgrading fasilitas produksi dengan sistem produksi modern pada manufacturing, sehingga secara bertahap kemampuan output produksi akan terus dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pesawat N219 pada nantinya juga akan terdapat versi pesawat amfibi yang dapat lepas landas di permukaan air selain di bandara biasa, sehingga diharapkan dengan inovasi transportasi udara tersebut, di masa mendatang terbuka kemungkinan dicapainya semua tujuan destinasi pariwisata nusantara laut dengan cepat menggunakan pesawat N219 amphibi. Saat ini pengembangan pesawat N219 amphibi sedang dalam tahapan Preliminary Design, untuk kemudian dilanjutkan ke tahapan Prototyping & Structure Test, Development Flight Test dan ditargetkan dapat diperoleh ATC Award pada tahun 2024.
ADVERTISEMENT