Bisnis
·
29 Juni 2021 6:01
·
waktu baca 3 menit

Populer: Progres Tol Trans Jawa hingga Banyuwangi, Arsjad Rasjid Ketum Kadin

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Populer: Progres Tol Trans Jawa hingga Banyuwangi, Arsjad Rasjid Ketum Kadin (315108)
searchPerbesar
Suasana ruas Jalan Tol Kanci-Pejagan yang sepi di simpang susun Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (6/5/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Pembangunan Tol Trans Jawa yang bakal nyambung hingga Banyuwangi hingga kini belum rampung juga. Ruas Probolinggo-Banyuwangi yang ditargetkan beroperasi pada 2019 molor dari jadwal.
ADVERTISEMENT
Perkembangan pembangunan Tol Trans Jawa hingga Banyuwangi menjadi berita populer di kumparan. Di sisi lain, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sudah menetapkan Ketua Umum baru periode 2021-2026 sebelum Munas Kadin digelar yang juga menjadi berita paling banyak dibaca. Berikut kumparan rangkum, Selasa (29/6).

Progres Pembangun Tol Trans Jawa hingga Banyuwangi

Proyek Jalan Tol Ruas Pasuruan - Probolinggo dan Probolinggo - Banyuwangi yang menjadi bagian konstruksi Jalan Tol Trans Jawa molor dari target. Mulanya, kedua ruas itu ditargetkan beroperasi di tahun 2019.
Namun, sampai saat ini Ruas Pasuruan - Probolinggo dan Probolinggo - Banyuwangi masih berlangsung penggarapannya. Lalu, bagaimana perkembangannya saat ini?
Berdasarkan data informasi monitoring progres konstruksi Jalan Tol Trans Jawa pada 15 Mei 2021, Ruas Pasuruan - Probolinggo yang digarap PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol ini dari total empat seksi sudah ada tiga yang beroperasi sejak April 2019.
ADVERTISEMENT
Ketiga seksi yang sudah beroperasi adalah Seksi 1 Grati - Tonggas sepanjang 13,5 km, Seksi 2 Tonggas - Probolinggo 6,9 km, dan Seksi 3 Probolinggo Barat - Probolinggo Timur 10,9 km.
Sedangkan Seksi 4 Probolinggo Timur - IC Gending sepanjang 12,4 progres pembebasan tanah sudah 48,04 persen. Progres konstruksi direncanakan sudah 21,45 persen, realisasi 3,66 persen, dan deviasi -17,79 persen. Seksi 4 ditargetkan beroperasi pada April 2022.
Secara keseluruhan panjang Ruas Pasuruan - Probolinggo 45 km. Biaya investasi Rp 2,99 triliun, biaya konstruksi Rp 1,56 triliun, dan biaya tanah Rp 0,16 triliun.
Biaya Investasi Ruas Probolinggo-Banyuwangi Capai Rp 23 Triliun
Populer: Progres Tol Trans Jawa hingga Banyuwangi, Arsjad Rasjid Ketum Kadin (315109)
searchPerbesar
Foto udara Tol Trans Jawa di Jembatan Kali Kuto, Batang, Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Sementara itu, Ruas Probolinggo - Banyuwangi sepanjang 172,9 km digarap PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi ini belum ada yang beroperasi. Setidaknya ada 6 seksi dalam penggarapannya.
ADVERTISEMENT
Penlok Kabupaten Probolinggo di Seksi 1 Probolinggo - Paiton dan Seksi 2 Paiton - Besuki sepanjang 29,6 km. Progres pembebasan tanah di Seksi 1 dan 2 baru 24,38 persen dan progres konstruksi masih 0 persen. Sedangkan dengan target beroperasinya tahun 2023.
Penlok Kabupaten Situbondo di Seksi 3 Besuki - Situbondo dan Seksi 4 Situbondo - Bajulmati sepanjang 110,9 km. Progres pembebasan tanah di Seksi 3 dan 4 baru 2,73 persen dan progres konstruksi juga masih 0 persen. Target target beroperasi tahun 2025.
Selanjutnya Penlok Kabupaten Banyuwangi di Seksi 5 Bajulmati - Asembagus dan Seksi 6 Asembagus - Ketapang sepanjang 31 km. Progres pembebasan tanah di Seksi 5 dan 6 masih 0 persen dan progres konstruksi juga 0 persen. Target beroperasinya pada tahun 2026.
ADVERTISEMENT
Secara keseluruhan di Ruas Probolinggo - Banyuwangi biaya investasinya mencapai Rp 23,39 triliun. Biaya kontruksi Rp 17,10 triliun dan biaya tanah belum dicantumkan.
Kadin Lapor ke Jokowi: Arsjad Rasjid Ketua Umum
Populer: Progres Tol Trans Jawa hingga Banyuwangi, Arsjad Rasjid Ketum Kadin (315110)
searchPerbesar
Calon Ketua Umum Kadin Indonesia 2021-2026 Arsjad Rasjid bersama Ketua Umum Kadin Provinsi Nusa Tenggara Timur Abraham Paul Lianto saat silaturahmi dengan Pengurus Kadin NTT dan pelaku usaha di Kupang, NTT, Sabtu, (23/5). Foto: Dok. KADIN
Kadin melapor ke Presiden Jokowi, kepemimpinan untuk periode 2021-2026. Arsjad Rasjid ditetapkan sebagai Ketua Umum, sedangkan Anindya Bakrie menjabat Ketua Dewan Pertimbangan.
Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2015-2021, Rosan P. Roeslani, mengungkapkan kesepakatan itu dicapai sebelum Munas Kadin digelar pada 30 Juni 2021 di Kendari.
"Tadi antara kedua Caketum sudah ada kesepakatan musyawarah yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden. Intinya keduanya setuju untuk menjadi dua-duanya jadi ketua," ujar Rosan usai bertemu Jokowi, Senin (28/6).
"Intinya keduanya setuju untuk menjadi dua-duanya jadi ketua, tapi bedanya, yang satu Ketua Dewan Pertimbangan yaitu Pak Anindya Bakrie. Yang satu menjadi Ketum Kadin Indonesia rencananya Pak Arsjad," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Rosan menegaskan, kesepakatan tersebut bakal diteruskan ke dalam Munas Kadin sehingga bisa dieksekusi sesuai anggaran dasar organisasi. Keputusan tersebut diambil buat mengurangi tingginya dinamika pemilihan ketua, sehingga bisa meminimalisir waktu pelaksanaan Munas.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020