PPKM Darurat Belum Berlaku, 100 Gerai Matahari Store Sudah Terdampak Jam Operasi

1 Juli 2021 9:55
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
PPKM Darurat Belum Berlaku, 100 Gerai Matahari Store Sudah Terdampak Jam Operasi (54411)
zoom-in-whitePerbesar
Pusat belanja Matahari. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Jumlah gerai Matahari Store yang terpukul akibat pandemi COVID-19 bertambah lagi. Bila seminggu lalu baru separuh dari gerai swalayan ini yang terdampak kebijakan PPKM Mikro, kini jumlahnya mencapai dua pertiga dari total gerai mereka.
ADVERTISEMENT
Corporate Secretary and Legal Director PT Matahari Department Store Tbk, Miranti Hadisusilo, mengatakan total ada 100 gerai yang saat ini merasakan dampak berupa pengurangan jam operasional. Sementara jumlah gerai secara keseluruhan saat ini adalah 150 unit.
"Berdasarkan informasi per 28 Juni 2021, kami memiliki 100 gerai yang terdampak atas pengurangan jam operasional. Meningkat 26 gerai sejak pembatasan (PPKM Mikro) dimulai," jelas Miranti dalam keterangan tertulis, Kamis (1/7).
Ia merinci, dari jumlah tersebut sebanyak 71 gerai berada di Pulau Jawa termasuk Jabodetabek. Kemudian 19 gerai di Sumatera, 4 di Kalimantan, serta sisanya di luar wilayah tersebut.
PPKM Darurat Belum Berlaku, 100 Gerai Matahari Store Sudah Terdampak Jam Operasi (54412)
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja memasang banner potongan harga di gerai Matahari Department Store, Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/5/2021). Foto: Arif Firmansyah/ANTARA FOTO
Menurut Miranti, 100 gerai ini merepresentasikan 67 persen dari total keseluruhan gerai bisnis Matahari dan 71 persen dari total penjualan. Sebanyak 30 persen dari jumlah itu, terdampak akibat pengurangan jam kunjungan ke pusat perbelanjaan atau mal.
ADVERTISEMENT
Manajemen juga memperkirakan jumlah tersebut masih akan terus bertambah. Mengingat kebijakan teranyar saat ini yakni bakal berlakunya segera PPKM Darurat.
"Namun manajemen Matahari tetap sepenuhnya siap mematuhi langkah yang diperlukan otoritas. Kami akan terus mengambil peran untuk menjaga kesehatan masyarakat dan keselamatan karyawan," pungkas Miranti.