kumparan
14 Januari 2019 21:50

Prabowo: Indonesia Kebanjiran Beras, Gula, hingga Garam Impor

Prabowo Subianto (kanan) dan Sandiaga Uno (kiri) saat berada di JCC dalam acara pidato kebangsaan Prabowo, Senayan, Jakarta, pada Senin (14/1). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan. Salah satu yang disorot dia adalah Indonesia dibanjiri oleh impor beras, gula, hingga garam.
ADVERTISEMENT
Prabowo bercerita bahwa dia baru pulang dari Klaten, Jawa Tengah. Di sana, dia menemukan petani bersedih lantaran saat panen tiba, beras impor justru masuk.
Hal yang sama dia temui pada petani di Jawa Timur. Katanya, di sana mereka juga meratapi nasib harus bersaing menghadapi gula impor.
"Saya juga baru-baru ini dari Jatim petani tebu yang sedih karena saat panen banjir gula, dari luar negeri," jelasnya di JCC, Jakarta, Senin (14/).
Pun dengan garam. Kata dia, banyak petambak garam di daerah yang juga menghela napas atas gelontoran garam impor masuk ke Indonesia.
Prabowo pun mempertanyakan kenapa bahan kebutuhan yang bisa diproduksi di dalam negeri justru harus didatangkan dari luar negeri. Akhirnya, banjir impor. Dia juga mempertanyakan kehadiran negara saat keran impor terus dibuka.
Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) saat berada di JCC, Senayan, Jakarta, pada Senin (14/1/2019). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
"Saat petani garam kesulitan, ada banjir garam dari luar negeri. Kita impor bahan pangan yang mampu diproduksi rakyat sendiri. Kadang kita heran apa ada pemerintah yang biarkan rakyat sendiri seolah-olah tidak dibela?" ucapnya.
ADVERTISEMENT
Tak lupa, kunjungan Prabowo ke daerah-daerah juga untuk mendengarkan keluhan emak-emak. Kata dia, di kampung-kampung mereka mengeluh harga bahan pangan sudah tidak terkendali.
"Emak-emak ngeluh. Harga telur, daging, beras sudah berat dirasakan rakyat. Bagaimana bisa di republik ini harga gula 3 kali lebih mahal dari harga dunia," ucapnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan