kumparan
17 Feb 2019 23:14 WIB

Prabowo Ingin Kurangi Regulasi untuk Permudah Startup

Capres no urut 01 Joko Widodo mengikuti Debat Kedua Capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, (17/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, berjanji akan mengurangi perizinan yang berkelit dan memberikan fasilitas yang memadai agar lebih banyak perusahaan rintisan atau startup dalam negeri bisa menjadi unicorn, atau startup dengan valuasi di atas USD 1 miliar.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut merupakan jawaban dari pertanyaan Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo terkait komitmen Prabowo dalam pengembangan startup dalam negeri untuk menjadi unicorn.
"Saya kira prasarana yang kita bangun, kita tentunya fasilitasi. Kita kurangi regulasi, kurangi pembatasan karena mereka lagi giat-giatnya, lagi pesat-pesatnya berkembang. Jadi saya akan dukung segala upaya untuk memperlancar mereka," katanya dalam Debat Calon Presiden di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).
Capres no urut 02 Prabowo Subianto mengikuti Debat Kedua Capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, (17/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Setelah Prabowo memberikan tanggapan, Jokowi kemudian membeberkan bahwa saat ini dari 7 unicorn yang ada di Asia Tenggara, sebanyak 4 di antaranya berasal di Indonesia. Jokowi pun ingin jumlah startup di Indonesia semakin banyak.
Adapun untuk merealisasikan target itu, Jokowi mengaku telah menyiapkan 1.000 startup dalam negeri baru yang akan disambungkan dengan inkubator global untuk mengembangkan inovasinya. Selain itu, menurut dia, pemerintah saat ini juga tengah gencar membangun infrastruktur telekomunikasi.
ADVERTISEMENT
"Dalam mendukung unicorn-unicorn ini, kita juga bangun infrastruktur yang tadi sudah saya sampaikan, Palapa Ring. Di Juni 2019 insyaallah 100 persen selesai. Kedua sistem 4G yang akan kita teruskan. Sekarang baru 74 persen, tapi saya yakini sampai akhir tahun seluruh kabupaten/kota di tanah air sudah tersambungkan," tegas Jokowi.
Menanggapi itu, Prabowo khawatir ketika unicorn makin banyak, uang yang ada di Indonesia akan makin banyak pula yang lari ke luar negeri.
"Kalau kita tidak hati-hati dengan antusiasme internet e-commerce, saya khawatir, ini juga bisa mempercepat arus larinya uang ke luar negeri," katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan