Bisnis
·
8 September 2021 9:15
·
waktu baca 3 menit

Prabowo Kunjungi Pabrik Kapal Perang ‘Siluman’ di Banyuwangi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Prabowo Kunjungi Pabrik Kapal Perang ‘Siluman’ di Banyuwangi (44939)
searchPerbesar
Menhan Prabowo Kunjungi Pabrik Kapal Perang PT Lundin di Banyuwangi. Foto: https://www.instagram.com/ptlundin/
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, menyambangi pabrik kapal perang berteknologi ‘siluman’ milik PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (7/9). Dalam kunjungan itu, Prabowo diterima oleh Pemimpin PT Lundin John Lundin dan Lizza Lundin.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan informasi dari Biro Humas Setjen Kemhan, Prabowo meninjau kapal perang buatan PT Lundin yakni Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran yang diberi nama KRI Golok-688 dan Tank Boat Antasena.
“Menhan berharap, industri perkapalan dalam negeri di bidang pertahanan terus dikembangkan dan yakin dapat bersaing dengan produk-produk industri pertahanan luar negeri,” tulis informasi yang diunggah di akun sosial media resmi Kemhan RI, dikutip pada Rabu (8/9).
KRI Golok-688 merupakan kapal perang yang terbuat dari bahan komposit, memiliki keunggulan kekuatan yang tinggi, lebih ringan, serta mempunyai ketahanan lelah, dan ketahanan korosi sangat baik. Kapal memiliki spesifikasi panjang seluruhnya (Loa) 62,53 meter, lebar 16 meter, tinggi kapal dari draft 18,7 meter dengan bobot 53,1 ton.
Prabowo Kunjungi Pabrik Kapal Perang ‘Siluman’ di Banyuwangi (44940)
searchPerbesar
Menhan Prabowo Kunjungi Pabrik Kapal Perang PT Lundin di Banyuwangi. Foto: https://www.instagram.com/ptlundin/
Kecepatan maksimum 28 knots, kecepatan jelajah 16 knots, dan kapal perang ini juga dipersenjatai meriam 30 mm, senapan 12,7 mm serta mampu mengangkut 25 ABK. Pada akhir Agustus lalu TNI AL secara resmi menerima kapal perang ini untuk menjaga wilayah Indonesia.
ADVERTISEMENT
Selain KRI Golok-688, Menhan Prabowo juga meninjau pembangunan Tank Boat Antasena. Badan kapal Tank Boat Antasena terbuat dari karbon komposit, memiliki kekuatan 10 kali lebih kuat dari baja. Meski begitu, karena bobotnya yang ringan, kendaraan ini bisa bergerak cepat dan mampu menghancurkan musuh dari jarak 5 kilometer.
Antasena adalah prototipe tank boat buatan PT Pindad (Persero) yang diproduksi di PT Lundin dan masuk dalam jajaran Alat Utama Sistem Kesenjataan (alutsista) TNI Angkatan Darat

Kapal Perang Teknologi Siluman Diluncurkan di Banyuwangi Telan Biaya Rp 114 M

PT Lundin Industry Banyuwangi akhirnya merampungkan pembuatan kapal perang berteknologi 'siluman' generasi ke-2. Berlokasi di Pantai Cacalan, Banyuwangi, kapal perang yang bernama KRI Golok 688 diperkenalkan ke publik dan disaksikan langsung oleh KSAL Laksamana Yudo Margono pada Sabtu (21/8) lalu.
ADVERTISEMENT
Mengutip situs Naval Post, KRI Golok 688 dibangun dari bahan komposit yang mampu mengecoh atau terhindar dari pantauan radar. Bahan tersebut juga membuat bobot kapal menjadi ringan, bisa melaju lebih cepat dan terhindar dari korosi.
Prabowo Kunjungi Pabrik Kapal Perang ‘Siluman’ di Banyuwangi (44941)
searchPerbesar
Peluncuran KRI Golok, jenis kapal cepat rudal trimaran, di galangan kapal PT Lundin Industry Invest, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (21/8). Foto: Dok. Istimewa
Mengutip situs Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), KRI Golok merupakan penyempurnaan dari Klewang 1 yang sempat diluncurkan pada tahun 2012. Saat masih dalam proses pengujian, KRI Klewang 1 terbakar habis di Selat Bali pada 28 September 2012.
PT Lundin sebagai produsen pun harus mengganti kapal perang pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Indonesia itu, karena belum diserahkan kepada pemesannya.
KRI Klewang 1 sendiri, menurut KKIP, menghabiskan anggaran hingga Rp 114 miliar. Pengadaan kapal tersebut dibiayai APBN Tahun 2009. Kelebihan kapal Klewang tersebut, yakni memiliki teknologi stealth yang tidak bisa dilacak oleh radar. Teknologi stealth ini juga dimiliki pesawat terbang intai F-117 Night Hawk milik Angkatan Udara Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020