Prabowo Unggul: Nelayan Mau BBM Murah, Peternak Diajak di Program Susu Gratis

15 Februari 2024 15:56 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana acara nobar quick count dan pidato deklarasi kemenangan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, di Istora Senayan, GBK, Jakarta, Rabu (14/2/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana acara nobar quick count dan pidato deklarasi kemenangan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, di Istora Senayan, GBK, Jakarta, Rabu (14/2/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Paslon 02 Prabowo-Gibran unggul di hasil hitung cepat alias quick count berbagai lembaga survei, dengan persentase suara mendekati 60 persen. Bila Prabowo terpilih, dirinya akan menanggung harapan dari semua masyarakat Indonesia, termasuk para pelaku perikanan sampai asosiasi peternakan.
ADVERTISEMENT
Ketua Pelaksana Harian Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan mengatakan, bila Prabowo jadi Presiden Indonesia, sektor perikanan harus menjadi salah satu prioritas dalam strategi pembangunan Indonesia.
Lebih spesifik lagi, sektor prioritas perikanan yang Dani maksud meliputi peningkatan SDM, perbaikan infrastruktur, permodalan, sampai peningkatan kesejahteraan nelayan.
"Program-program pemerintah haruslah memiliki ketersambungan yang kuat untuk mendorong bidang ini lebih maju. Misalnya, program yang digadang Prabowo-Gibran soal makan siang gratis, harus menggerakkan ekonomi nelayan kecil dan tradisional. Pemerintah menciptakan pasar bagi produk nelayan dan pembudidaya ikan melalui program makan siang gratis itu," kata Dani kepada kumparan, Kamis (15/2).
Pihaknya mengusulkan pemerintahan selanjutnya mencanangkan Proyek Strategis Nasional (PSN) peningkatan kesejahteraan nelayan tradisional.
"Agar mengurus sektor ini tidak parsial, komprehensif, dan mencakup hulu hingga hilir," kata Dani.
ADVERTISEMENT

BBM Murah Bagi Nelayan

Dua orang nelayan mencoba perangkat konverter Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), untuk perahu mereka, yang dibagikan oleh Pemerintah, di Desa Cisuru, Gandrungmangu Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Idhad Zakaria/Antara Foto
Kalangan nelayan juga berharap Presiden Indonesia selanjutnya bisa memastikan BBM murah dan tersedia bagi nelayan. Dia meminta pembangunan SPBUN di kampung-kampung nelayan lebih banyak lagi.
"Pertama permudah administrasi pembelian BBM subsidi bagi nelayan kecil. Kedua, bangun lebih banyak SPBUN dekat kampung nelayan melalui koperasi-koperasi nelayan. Ketiga, perketat pengawasan distribusi BBM subsidi agar tidak salah sasaran," pungkasnya.
Adapun program kerja Prabowo-Gibran juga menyorot permasalahan kuota BBM subsidi untuk nelayan yang terbatas. Komandan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Dyah Roro Esti menilai dengan kuota yang mencukupi, maka produktivitas nelayan akan terdongkrak.
“Tidak lepas dari masalah BBM yang khusus nelayan, kita berusaha memaksimalkan agar kuotanya terarah, terukur dan sesuai dengan permintaan yang ada di lapangan, karena ini sangat relevan dengan produktivitas nelayan,” kata Dyah.
ADVERTISEMENT

Berharap Prabowo Buat Kebijakan Pro Peternak

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Nanang Purus Subendro berharap bila Prabowo terpilih, pemerintah akan membuat kebijakan yang pro dengan peternak Indonesia.
Lipsus Ambisi Susu Gratis Prabowo. Foto: Adi Prabowo/kumparan
Nanang juga menyinggung latar belakang Prabowo yang sempat menjabat di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. Dengan pengalaman Prabowo itu, Nanang berharap Prabowo pro peternak lokal.
"Pak Prabowo pernah menjadi Ketua HKTI yang di dalamnya ada sub sektor peternakannya, harapan peternak semoga ada kebijakan yang benar-benar berpihak kepada peternak, yang membuat dunia peternakan bergairah kembali, bisa tumbuh dan berkembang serta membuat peternaknya sejahtera," kata Nanang.
Sebelumnya Nanang mengatakan, melalui program makan siang dan susu gratis Prabowo, dia berharap diikuti dengan prioritas pemerintah dalam peningkatan produktivitas dan kualitas industri sapi perah di dalam negeri. Apalagi mayoritas susu yang diproduksi peternak lokal adalah susu segar, bukan susu kemasan/UHT.
ADVERTISEMENT
"Hampir pasti (susu kemasan/UHT) dari luar (impor). Jadi jangan sampai kita yang punya program, yang langsung menikmati peternak luar," kata Nanang.
Pasalnya Nanang menghitung, meski ada program susu gratis, itu hanya bisa mengerek prosuksi susu UHT dari peternak lokal hanya 19 persen.
"Nah ketika ada kenaikan permintaan apakah bisa serta merta yang peternak lokalnya bisa naikkan produktivitas, pasti enggak. Pasti yang instan bisa langsung menikmati kan importirnya atau produsen luar negerinya," kata Nanang.