Bisnis
·
13 Januari 2021 19:31

Produk RI untuk Jemaah Umrah dan Haji Masih Kalah Bersaing dengan Thailand

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Produk RI untuk Jemaah Umrah dan Haji Masih Kalah Bersaing dengan Thailand (436420)
Jemaah haji menjaga jarak sosial saat melakukan tawaf wada, di Makkah, Arab Saudi, (2/8). Foto: Kementerian Media Arab Saudi
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, memastikan para jemaah haji dan jemaah umrah asal Indonesia disediakan makanan dengan menu nusantara. Ia mengatakan Kemenag juga telah mensyaratkan penggunaan produk hingga juru masak berasal dari Indonesia.
ADVERTISEMENT
“Sejak tahun 2014, Kemenag telah mensyaratkan penggunaan produk-produk Indonesia seperti bahan baku, bumbu masak, teh, dan kopi Indonesia. Produk olahan daging, ayam dan ikan kepada seluruh penyedia layanan katering baik di Mekkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina, serta Bandara Jeddah,” kata Zainut saat konferensi pers secara virtual, Rabu (13/1).
Namun, Zainut mengakui ada kendala yaitu ketersediaan barang-barang yang berasal dari Indonesia tersebut masih sangat terbatas di Arab Saudi. Sehingga sebagian besar masih didominasi produk-produk yang berasal dari Thailand, Vietnam, dan India.
“Selain terbatas jumlahnya, produk dari Indonesia seringkali masih sulit bersaing dari sisi harga dengan produk-produk serupa dari negara lain,” ujar Zainut.
Produk RI untuk Jemaah Umrah dan Haji Masih Kalah Bersaing dengan Thailand (436421)
Jemaah umrah dari Pakistan di Masjid Nabawi, di Madinah, Arab Saudi. Foto: Kementerian Haji Arab Saudi
Zainut memastikan pihaknya sedang berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut bersama para pihak terkait termasuk KJRI di Jeddah dan asosiasi perusahaan ekspor dan impor di Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
Zainut mengungkapkan dalam kondisi normal atau di luar COVID-19, Indonesia mengirim setidaknya 221 ribu jemaah haji dan sekitar 1 juta jemaah umrah setiap tahunnya. Banyaknya jemaah membuat berbagai hal termasuk makanan, minuman, dan sarana pendukung lainnya harus disiapkan.
Zainud mencontohkan jemaah ibadah haji tahun 2019 mendapatkan makanan sebanyak 75 kali selama di Arab Saudi. 40 kali makan di Mekkah, 1 kali makan di Bandara Jeddah, 18 kali makan di Madinah, dan 15 kali makan ketika di Arafah dan Mina, serta satu paket makan ketika di Muzdalifah.
“Selain makanan pokok, jemaah haji Indonesia juga mendapatkan tambahan snack untuk makan pagi di Makkah dan Madinah. Dan satu paket kelengkapan konsumsi yang terdiri atas teh, kopi, saus, kecap, gelas dan sendok yang dikemas dalam 1 box,” terang Zainut.
ADVERTISEMENT
“Rencananya, pada penyelenggaraan haji tahun 2021, jumlah makanan akan ditambah 10 kali ketika jemaah berada di tanah suci. Jemaah haji Indonesia berada di Arab Saudi selama 40 hari,” tambahnya.