kumparan
9 Januari 2020 19:07

Produksi Minyak Blok Cepu Mau Dinaikkan Jadi 235 Ribu Barel per Hari

ESDM, Komisi VII DPR RI, Rapat kerja bersama
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. Foto: Jamal Ramdhan/kumparan
Produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, sudah mencapai 210 ribu barel per hari (BOPD) alias lebih dari seperempat produksi minyak nasional. Ladang minyak yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini sudah menyalip Blok Rokan untuk menjadi penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Pada tahun ini, produksi minyak Blok Cepu akan digenjot lagi sampai 235 ribu BOPD.
"Mengenai Cepu, kita memang sedang menyiapkan AMDAL-nya agar ini bisa dinaikkan batasan maksimumnya ke 235 ribu," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto dalam konferensi pers di Wisma Mulia, Jakarta, Kamis (9/1).
Saat ini Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk menaikkan produksi minyak Blok Cepu sedang diproses. "Untuk produksi di Cepu, nah ini masih dalam proses mengenai ini, sedang berjalan," ujar Dwi.
Ilustrasi pengeboran minyak dan gas
Ilustrasi kilang minyak Foto: Reuters/Todd Korol
Jika AMDAL tak disetujui, maka produksi dari Blok Cepu ditargetkan tetap 220 ribu BOPD. Ada tambahan 10 ribu BOPD dari pengembangan lapangan baru, yaitu Lapangan Kedung Keris.
ADVERTISEMENT
"Kalau ini tidak bisa berhasil menaikkan AMDAL-nya ya barangkali kita akan tetap membatasi maksimum 220 ribu, pun ada tambahan di Kedung Keris sebesar hopefully menjadi 10 ribu," ucapnya.
Cadangan minyak Blok Cepu tercatat sebesar 823 juta barel. Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu terletak di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Lapangan ini dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), anak perusahaan raksasa migas Amerika Serikat.
Minyak Lapangan Banyu Urip diproduksi dari 45 sumur. Rinciannya 30 sumur produksi dan sisanya injeksi. Saat ini EMCL sedang mengembangkan Lapangan Kedung Keris (KDK) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.
Lapangan Kedung Keris miliki cadangan minyak 20 juta barel, dengan target produksi 10 ribu BOPD.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan