Proyek Bayar Tol Tanpa Berhenti: Disiapkan BUMN, Dimenangkan Korporasi Asing

29 Maret 2021 16:20
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Proyek Bayar Tol Tanpa Berhenti: Disiapkan BUMN, Dimenangkan Korporasi Asing (70376)
searchPerbesar
Gerbang Tol Cibitung 7 Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Foto: Jasa Marga
Proyek bayar tol tanpa berhenti bisa memudahkan para pengguna. Proyek tersebut sebenarnya sudah disiapkan PT Jasa Marga (Persero) yang telah melakukan uji coba transaksi nirsentuh atau single lane free flow (SLFF).
ADVERTISEMENT
Jasa Marga melalui anak usahanya, PT Jasa Marga Tollroad Operator, mengembangkan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) lewat aplikasi Let it Flo.
Sistem tersebut memungkinkan mobil dengan kecepatan tinggi bisa bayar tol tanpa perlu henti. Palang tol juga otomatis bisa terbuka sendiri. Kondisi seperti itu sempat ramai diperbincangkan usai ada mobil yang mempraktikkannya di jalan tol.
Biasanya mobil berhenti dulu, kemudian pengemudi melakukan tapping uang elektronik, baru palang terbuka otomatis. Sementara itu, sebelumnya saat pakai sistem On Board Unit (OBU), laju mobil disarankan pelan hingga 10 km/jam, untuk jeda waktu pembacaan sensor.
Mengutip keterangan resmi Jasa Marga, RFID yang dimaksud berupa stiker yang terkoneksi dengan aplikasi. Kerjanya dibantu source of fund berbasis voucher elektronik.
Proyek Bayar Tol Tanpa Berhenti: Disiapkan BUMN, Dimenangkan Korporasi Asing (70377)
searchPerbesar
Pemasangan RFID untuk bayar tol di lampu depan mobil. Foto: dok. Istimewa
Salah satu penyedia perangkat lunak tersebut adalah Flo. Flo harus diisi dulu sejumlah dana yang digunakan untuk membayar tol. Mekanismenya melalui pembelian voucherelektronik di LinkAja.
ADVERTISEMENT
Setelah terisi saldo, tempelkan stiker RFID pada mika lampu depan, kemudian koneksikan dengan aplikasi Flo, dan sistem telah siap digunakan penggunanya. Namun harus lewat gerbang tol bertanda khusus. Meski begitu, penggunanya tetap diwajibkan tidak ngebut ketika lewat gerbang tol khusus ini. Maksimal masih 30 km/jam untuk alasan keamanan.
Saat ini sistem tersebut masih uji coba. Hanya saja, Jasa Marga belum menyediakannya untuk masyarakat umum. Uji cobanya masih terbatas untuk memastikan kesiapan teknologi dan produk dapat berjalan lancar.

Tender Bayar Tol Tanpa Berhenti Dimenangkan Perusahaan Asing

Di tengah persiapan dan uji coba yang dilakukan oleh Jasa Marga, Kementerian PUPR telah menggelar tender sistem pembayaran transaksi tol tanpa henti, yang penggarapannya akan dimulai pada 2021 ini. Hal ini dimaksudkan untuk memperlancar arus kendaraan di jalan tol, sehingga mengurangi potensi kemacetan.
ADVERTISEMENT
Roatex Ltd yang merupakan perusahaan asal Hungaria, memenangkan tender proyek senilai Rp 6,45 triliun itu. Roatex Ltd berkomitmen sistem bayar tol tanpa henti akan mulai diberlakukan pada awal 2022.
Menurut Chief Representative Roatex Ltd, Musfihin Dahlan, ditargetkan sebagian besar ruas tol, terutama di Jawa dan Bali sudah menerapkan MLFF di 2022.
Proyek Bayar Tol Tanpa Berhenti: Disiapkan BUMN, Dimenangkan Korporasi Asing (70378)
searchPerbesar
Uji coba bayar tol tanpa berhenti tahun 2017. Foto: dok. Edoward JC via Facebook
Sayangnya, Kemenangan Roatex Ltd dalam proyek sistem transaksi bayar tol tanpa henti atau Multi Lane Free Flow (MLFF), ini berbuntut gugatan. Sekelompok orang yang menamakan diri Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) menggugat Kementerian PUPR selaku penyelenggara tender ke PTUN.
Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, gugatan itu didaftarkan pada Rabu (10/2) dengan nomor registrasi perkara 37/G/2021/PTUN.JKT.
ADVERTISEMENT
"Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Tanggal 31 Oktober 2019 (KEPMEN PUPR 2019) Tentang Persetujuan Roatex Ltd. Zrt., (Hungaria) Sebagai Badan Usaha Pemrakarsa Pengadaan Infrastuktur Pemungutan Tol Non Tunai Nir Sentuh Berbasis Multi Lane Free Flow (“MLFF”) di Indonesia," demikian dinyatakan di bagian gugatan pemohon, dikutip kumparan Kamis (11/2).
Selain meminta pembatalan keputusan yang telah memenangkan Roatex Ltd, pihak penggugat juga meminta pencabutan Keputusan Menteri PUPR tersebut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020