PT SMI Kucurkan Rp 27 Triliun untuk Pembiayaan Pemda hingga Kuartal I 2022

21 April 2022 19:46
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sewindu PT SMI Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sewindu PT SMI Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
ADVERTISEMENT
Perusahaan pembiayaan infrastruktur pelat merah PT Sarana Multi Infrastruktur atau PT SMI (Persero) mencatatkan pertumbuhan pembiayaan kepada pemerintah daerah (Pemda). Hingga Maret 2022, pembiayaan yang disalurkan SMI mencapai Rp 27 triliun.
ADVERTISEMENT
"Sampai Maret pembiayaan kepada pemerintah daerah tercatat outstanding-nya mencapai Rp 27 triliun atau pertumbuhannya 132,2 persen," kata Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad, dalam virtual conference, Kamis (21/4).
Dia menjelaskan, dari segi pembiayaan saat ini terdapat dua kategori umum yakni pembiayaan kepada badan usaha dan pembiayaan kepada pemerintah daerah.
Untuk itu di tahun 2022 ini SMI telah melakukan refocussing di mana dibentuk direktorat tersendiri untuk menangani pembiayaan pemerintah daerah.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menurut dia, aktivitas pembiayaan kepada pemerintah daerah menjadi sumber pertumbuhan di tengah situasi yang tak tentu karena pandemi COVID-19, khususnya yang dialami oleh korporasi-korporasi di bidang pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
"Jadi jelas bahwa dilihat dari kontribusinya, itu Rp 27 triliun outstanding yang dihasilkan dari pinjaman daerah itu mencerminkan 34 persen dari portofolio pembiayaan PT SMI. Suatu peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata dia.
ADVERTISEMENT
Edwin menjelaskan bahwa sebaran pembiayaan infrastruktur hingga Maret 2022 didominasi oleh pembiayaan kepada pemerintah daerah di luar pulau Jawa, yakni mencapai 63 persen. Sementara sisanya, 37 persen adalah pembiayaan yang mengalir ke pulau Jawa.
Hal tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa pemerintah daerah yang memanfaatkan fasilitas PEN di luar Jawa semakin banyak jika dibandingkan pada tahun 2020 di mana mayoritas masih dari Pulau Jawa.
“Tapi 2021 dan 2022 saya rasa luar Jawa jadi sumber pertumbuhan dari aktivitas pembiayaan. Khususnya aktivitas dari pembiayaan kepada pemerintah daerah,” pungkas dia.