Bisnis
·
29 Agustus 2019 12:00

PUPR Ajukan Tambahan Pembiayaan Rumah Subsidi 140 Ribu Unit

Konten ini diproduksi oleh kumparan
PUPR Ajukan Tambahan Pembiayaan Rumah Subsidi 140 Ribu Unit (264444)
Jokowi meninjau rumah tapak murah di Cikarang. Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengajukan tambahan pembiayaan untuk 140.000 unit rumah subsidi karena semakin menipisnya kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di 2019. Permohonan telah diajukan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.
ADVERTISEMENT
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, jumlah tersebut masih usulan.
"Kurang lebih sekitar 140.000 unit. Dari 68.000 unit (alokasi tahun ini). Itu usulan," ujarnya di sela-sela Talkshow Mengokohkan Urusan dan Kelembagaan Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pengembang Kawasan Perkotaan, di Hotel Best Western, Jakarta Pusat, Kamis (29/8).
PUPR Ajukan Tambahan Pembiayaan Rumah Subsidi 140 Ribu Unit (264445)
Jokowi meninjau rumah tapak murah di Cikarang. Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan
Khalawi menjelaskan saat ini pihaknya masih menunggu kajian dari Kementerian Keuangan. Selain itu, untuk menambahkan FLPP rumah subsidi harus ada legal basisnya lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP).
"Itu pembahasan APBNP. Itu Kementerian Keuangan, kita tinggal tunggu," katanya.
Adapun, dari total alokasi pembiayaan 68.000 unit rumah subsidi, fasilitas FLPP sudah terserap sebanyak 54.000 - 55.000 unit.
ADVERTISEMENT
Khusus untuk program FLPP tahun depan rencananya PUPR akan menambah kuota menjadi 110.000 unit rumah subsidi lagi.
"(Usulan) 110.000 unit tahun depan. Itu sudah cukup. BTN akan jadi bank penyalur 95 persen," pungkasnya.