kumparan
23 Februari 2019 12:46

PUPR Telah Salurkan 7.464 Kredit Rumah Bersubsidi Hingga 18 Februari

Rumah murah yang dibiayai KPR bersubsidi FLPP Foto: Dok Istimewa
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) mencapai 7.464 unit per 18 Februari 2019.
ADVERTISEMENT
Rinciannya ialah penyaluran pada bulan Januari 2019 hanya 25 unit dengan nilai Rp 2,38 miliar, sementara pada bulan Februari 2019 sebanyak 7.439 unit dengan nilai Rp 709,97 miliar.
Dari jumlah itu, BTN menyalurkan 6.362 unit di antaranya, disusul BTN Syariah sebanyak 436 unit, Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebanyak 275 unit, BRI Syariah sebanyak 142 unit, BNI sebanyak 128 unit, Bank Mandiri sebanyak 89 unit, dan BRI sebanyak 32 unit.
Pada tahun ini, anggaran pemerintah yang dialokasikan untuk KPR FLPP mencapai Rp 7,1 triliun, terdiri dari alokasi APBN sebesar Rp 5,2 triliun, ditambah proyeksi pengembalian pokok pinjaman Rp 1,9 triliun.
Rumah murah yang dibiayai KPR bersubsidi FLPP Foto: Dok Istimewa
"Target penyaluran tahun ini ke 68.858 rumah," kata Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Budi Hartono kepada kumparan, Sabtu (23/2).
ADVERTISEMENT
Selama 2018 lalu, penyaluran KPR FLPP mencapai 57.949 unit, atau lebih tinggi 37 persen dibanding target yang ditetapkan yakni 42 ribu unit. Jumlah itu naik 143 persen dibandingkan tahun 2017 yang hanya 23.763 unit.
Adapun dalam program KPR FLPP, masyarakat hanya dikenakan bunga tetap 5 persen dengan tenor cicilan hingga 20 tahun, uang muka hanya 1 persen, serta mendapat berbagai bantuan seperti Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan