Bisnis
·
5 April 2021 18:54

Rachmat Gobel Panen Padi dengan Pupuk Nonsubsidi di Sumba

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Rachmat Gobel Panen Padi dengan Pupuk Nonsubsidi di Sumba (81199)
Rachmat Gobel panen padi nonsubsidi di Sumba. Foto: Dok. Rachmat Gobel
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel melakukan panen padi dengan pupuk nonsubsidi di Sumba, Nusa Tenggara Timur.
ADVERTISEMENT
Rachmat Gobel bekerja sama dengan PT Pupuk Kaltim dan sejumlah pihak lain menginisiasi program pertanian tanpa pupuk subsidi. Program dilakukan di dua lokasi yang berbeda. Yang pertama dilakukan di Gorontalo, sedangkan yang kedua di Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Dalam panen di Sumba, hadir anggota DPR dari Partai Nasdem Ratu Wulla Talu, Julie Sutrisno, dan Yakobus Jacki Uly. Hadir pula Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman dan Direktur Human Capital Bulog Purnomo Sinar Hadi.
"Ini pilot project yang kedua. Hasilnya sama bagusnya," katanya, Senin (5/4).
Ketua Kelompok Tani Dari Tanah Andreas Umbu Wosa mengatakan program ini mencakup lahan seluas 3 hektare. "Hasilnya bagus. Dengan pupuk subsidi cuma menghasilkan sekitar 5 ton per hektare, tapi dengan pupuk non-subsidi menjadi 9,4 ton per hektare," katanya.
Rachmat Gobel Panen Padi dengan Pupuk Nonsubsidi di Sumba (81200)
Rachmat Gobel panen padi nonsubsidi di Sumba. Foto: Dok. Rachmat Gobel
Gobel menyatakan, setiap berdialog dengan petani ia selalu menerima keluhan yang sama.
ADVERTISEMENT
"Saat musim tanam petani kesulitan pupuk subsidi dan bibit. Jika ada, harganya sudah mahal,"  katanya.
Karena itu ia mencoba mencari solusi dengan menggandeng Pupuk Kaltim melalui pertanian tanpa pupuk subsidi. "Dengan hasil yang hampir dua kali lipat maka ini menguntungkan petani," katanya.
Keluhan lainnya, kata Gobel, di saat musim panen harga gabah jatuh. "Karena itu saya mengajak Bulog untuk bisa menyerap gabah petani agar harga terjaga," katanya.
Namun untuk menaikkan posisi petani dan memudahkan pengadaan pupuk dan bibit serta penjualan gabah, Gobel meminta petani untuk membentuk koperasi. "Saya bantu modal awal Rp 100 juta," katanya, yang disambut petani dengan tepuk tangan.