kumparan
25 April 2019 20:09

RDMP Kilang Cilacap Terganjal Valuasi Aset, ESDM Masih Cari Solusi

Ilustrasi pengeboran minyak dan gas
Ilustrasi kilang minyak Foto: Reuters/Todd Korol
Nasib proyek modifikasi (Refinery Development Master Plan/RDMP) Kilang Cilacap yang bakal dibangun oleh PT Pertamina (Persero) dengan salah satu mitranya, yakni perusahaan migas Saudi Aramco masih terkatung-katung. Kedua perusahaan memiliki perhitungan yang beda terkait valuasi aset Pertamina di kilang tersebut.
ADVERTISEMENT
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengakui, hitungan kedua belah pihak belum menemui titik temu. Kesepakatan memang belum dicapai. Hingga saat ini, kata dia, pihaknya masih mencari opsi yang mungkin bisa diambil.
"Sedang dibahas kan, belum selesai. Iya, secara teknis, ekonomi, dan semuanya akan dibahas," kata Djoko saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (25/4).
Kilang Pertamina
Perluasan Kilang Pertamina di Balikpapan. Foto: Antara
Sebelumnya, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina, Ignatius Tallulembang menyatakan, hingga saat ini kedua perusahaan masih mencocokkan valuasi aset yang berbeda dengan melibatkan valuator independen.
Meski begitu, menurut Pertamina, jika perhitungan mengenai valuasi proyek Kilang Cilacap itu tidak juga bisa disepakati, maka kedua belah pihak tidak akan memaksakan kerja sama pada proyek tersebut. Itu artinya, Pertamina bakal memodifikasi Kilang Cilacap tanpa Saudi Aramco.
ADVERTISEMENT
Terkait hal ini, Djoko enggan berkomentar. Kata dia, pihaknya belum menerima laporan utuh dari Pertamina. Yang pasti, semua pihak terkait bakal mencari solusi tengah atas masalah ini.
"Ya lagi dibahas opsi-opsi seperti itu. Belum selesai, belum ada keputusan. Kita bahas dulu dengan Aramco bagaimana, kalau Aramco enggak (batal bermitra) bagaimana, sedang dibahas. Saya belum dapat laporan pasti dari Pertamina, karena mau dibahas lagi," tuturnya.
Saudi Aramco yang merupakan BUMN Perminyakan Arab Saudi sudah lama mengincar proyek RDMP Kilang Cilacap. Kerja sama keduanya sudah dibicarakan sejak 2015.
Saudi Aramco tertarik untuk menginvestasikan dana USD 6 miliar di kilang ini. Pemerintah pun sudah memberikan insentif pajak seperti pembebasan bea masuk, pembebasan lahan, hingga Joint Venture Agreement. Tapi hingga kini, konstruksinya belum juga dimulai.
Kilang minyak, Aramco, Arab Saudi
Kilang minyak Aramco di Arab Saudi. Foto: Reuters/Ahmed Jadallah/File Photo/File Photo
Presiden Joko Widodo sendiri belum lama ini bertemu dengan Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Kerajaan Arab Saudi, Khalid Al-Falih dan beberapa perusahaan seperti Saudi Aramco di Riyadh pada 14 April 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
Dalam pertemuan itu, salah satu isu yang dibahas adalah masalah valuasi aset yang terus dibahas dalam proyek RDMP Kilang Cilacap. Jokowi ingin agar masalah segera diselesaikan oleh Pertamina dan Kementerian ESDM.
RDMP Cilacap ditargetkan selesai pada 2022. Modifikasi ini akan menambah kapasitas kilang Cilacap dari saat ini 348 ribu barel per hari (bph) menjadi 400 ribu bph. Bukan hanya itu, kompleksitasnya akan ditingkatkan, jadi jauh lebih modern. Nelson Complexity Index yang sekarang 4 bakal menjadi 9,4.
Dengan kenaikan kapasitas dan kompleksitas, produksi bensin (gasoline) kilang Cilacap akan bertambah 80 ribu bph, produksi solar meningkat 60 ribu bph, dan avtur bertambah 40 ribu bph.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan