Rencana Ekspansi Bisnis Astra, Mulai dari RS Hermina hingga Startup Sayurbox!

5 Agustus 2022 15:47
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi Astra International Foto: Dok. Astra Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Astra International Foto: Dok. Astra Indonesia
ADVERTISEMENT
PT Astra International Tbk (ASII) semakin ekspansif dalam melebarkan bisnisnya di tahun ini. Adapun sektor yang dipilih beragam, mulai dari sektor kesehatan, logistik hingga perusahaan rintisan (startup).
ADVERTISEMENT
Head of Corporate Investor Relations Astra International, Tira Ardianti mengungkapkan, saat ini perseroan tengah melakukan investasi di salah satu rumah sakit terbesar di Indonesia. Adapun, rumah sakit tersebut juga memberikan pelayanan rumah sakit umum, yaitu RS Hermina.
Astra pada Juni lalu telah resmi telah menggenggam lebih dari 5 persen saham RS Hermina PT Medikaloka Hermina Tak (HEAL). Atas aksinya ini Astra mengeluarkan dana hingga Rp 102,7 miliar.
Kemudian, Astra juga melihat adanya peluang investasi dalam sektor digital. Untuk itu, perseroan melakukan investasi ke dalam startup Sayurbox senilai USD 5 juta.
Sayurbox adalah platform belanja online yang menawarkan kepada pengguna untuk memesan sayur dan buah langsung dari petaninya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kemudian, juga investasi digital kami tingkatkan, seperti support kami untuk bisnis Sayurbox, seperti yang mapan ya kami berinvestasi sekitar USD 5 juta," ujar Tira dalam acara Workshop Wartawan Pasar Modal 2022, Jumat (5/8).
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Astra International melakukan investasi pada salah satu lini bisnis berbasis teknologi, Paxel. Diketahui nilai investasi yang diberikan mencapai USD 14,5 juta.
"Kami memimpin pertandingan funding round untuk penggalangan dana Paxel bisnis logistik berbasis teknologi sekitar USD 14,5 juta," tambah Tira.
Tidak hanya itu, perusahaan juga telah melakukan share subscription agreement untuk mengambil bagian atas saham-saham baru di PT Bank jasa Jakarta sebesar 49,56 persen atau setara dengan Rp 3,9 triliun.
Kendati demikian, Ia menegaskan bahwa hal tersebut bergantung sepenuhnya pada persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator.
"Kami sudah menyampaikan keterbukaannya ke publik mengenai rencana ini dan selanjutnya juga salah satu corporate action yang dilakukan oleh grupnya native United Tractors tahun ini," tandas Tira
ADVERTISEMENT