Rencana Kenaikan Cukai Rokok Dikhawatirkan Turunkan Daya Beli Masyarakat

7 September 2022 19:31
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Buruh linting rokok menempel pita cukai di salah satu pabrik rokok di Blitar, Jawa Timur, Kamis (25/3/2021). Foto: Irfan Anshori/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Buruh linting rokok menempel pita cukai di salah satu pabrik rokok di Blitar, Jawa Timur, Kamis (25/3/2021). Foto: Irfan Anshori/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Pemerintah berencana menaikkan kembali tarif cukai rokok di tahun depan. Namun, hal ini mendapat penolakan dari berbagai pihak karena dikhawatirkan menggerus daya beli masyarakat.
ADVERTISEMENT
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Mujiburohman mengatakan, harga pangan hingga BBM saat ini sudah tinggi. Jika tarif cukai rokok juga ikut naik, ia khawatir inflasi akan tinggi dan omzetnya justru menurun.
“Pedagang pasar mengeluhkan kenaikan harga rokok, karena modalnya besar tetapi daya beli masyarakat menurun. Jadi kami menolak segala jenis kenaikan harga yang membuat masyarakat makin susah, termasuk kenaikan cukai,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (7/9).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kenaikan cukai rokok menjadi masalah bagi pedagang pasar karena memicu kenaikan harga di pasaran. “Pedagang pasar dan masyarakat kelas bawah mengeluh,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Organisasi APPSI Don Muzakir mengatakan, survei yang dilakukan di 13 pasar di Indonesia menunjukkan, pedagang pasar yang menjual rokok mengeluhkan pendapatannya berkurang setiap kali cukai naik.
ADVERTISEMENT
Masalah kenaikan harga dan cukai, katanya, berdampak kepada semua sektor, buruh, petani, dan pedagang. “Bukan hanya di pasar sini, kawan-kawan di daerah juga. Kami juga ada komunikasi dengan petani dan buruh tembakau terkait ini,” katanya.
Dia mengatakan bahwa kenaikan cukai dan harga rokok sangat berpengaruh terhadap pendapatan pedagang pasar. “Kenaikan rokok itu sangat mengurangi pendapatan kami. Modal untuk rokok itu besar.” katanya.