kumparan
10 Sep 2018 14:06 WIB

Rencana PGN Lunasi Akuisisi Pertagas Ditentukan Akhir Bulan Ini

Gedung PGN (Foto: Dok. Bumn.go.id)
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN telah mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) pada 3 Juli lalu. Nilai akuisisinya sebesar Rp 16,6 triliun yang wajib disetorkan ke PT Pertamina sebagai induk usaha Pertagas dan induk holding migas.
ADVERTISEMENT
Perusahaan menggelontorkan 50 persen dari nilai transaksi itu berasal dari kas internal PGN. Sementara sisanya, perusahaan masih enggan membocorkan sumber pembiayaannya dari mana.
Direktur Keuangan PGN Said Reza Pahlevy mengatakan, rencana pembiayaan akuisisi sisa saham Pertagas akan ditentukan setelah pembayaran dari kas internal sudah disetorkan ke Pertamina pada 29 September 2018.
“Nanti ya setelah 29 September. Nanti pasti akan kami umumkan di Informasi Keterbukaan IDX (Bursa Efek Indonesia),” kata Reza saat ditemui usai konferensi pers di Hotel Four Season, Jakarta, usai RUPSLB PGN, Senin (10/9).
Konpers RUPSLB PGN di Hotel Four Season Jakarta, Senin (10/9/2018). (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)
Adapun opsi pembayaran 50 persen dari luar, Reza juga enggan bilang. Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan untuk melunasi sisa transaksi dari luar kas internal, PGN sudah mendapatkan pinjaman berupa sindikasi dari beberapa bank. Rini menyebut bank-bank itu berasal dari mayoritas non BUMN.
ADVERTISEMENT
“Bisa jadi. Semua opsi masih bisa. Yang pasti yang bisa jawab sekarang dari kas internal 50 persen kita sudah siapkan. Itu saja. Sabar dulu,” lanjut Reza.
Untuk tahap pertama pembayaran 50 persen dari kas internal PGN akan dilakukan hingga 29 September 2018. Sementara untuk tahap kedua, akan dilunasi pada semester 1 2019.
Akuisisi Pertagas yang dilakukan PGN merupakan tindak lanjut dari pembetukan holding BUMN migas. Dengan dicaploknya anak usaha Pertamina ke PGN, persaingan tidak sehat dalam distribusi gas antara kedua perusahaan ini tidak akan terjadi lagi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan