RI Negara ASEAN Pertama yang Jadi Tuan Rumah WWF, Menteri PUPR: Ini Sejarah

11 Agustus 2022 12:10
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bertemu Chief Representative JICA Takehiro Yasui membahas IKN Nusantara. Foto: Kementerian PUPR
zoom-in-whitePerbesar
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bertemu Chief Representative JICA Takehiro Yasui membahas IKN Nusantara. Foto: Kementerian PUPR
ADVERTISEMENT
Indonesia akan menjadi negara pertama di ASEAN sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan the 10th World Water Forum (WWF) pada tahun 2024 di Bali. Dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan WWF ke-10 2024 nanti, hari ini Rabu (10/8) diadakan National Stakeholders Forum di Gedung Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta.
ADVERTISEMENT
Menteri Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Indonesia adalah negara Asia Tenggara pertama yang menjadi tuan rumah pada gelaran internasional ini.
"Saya kira ini sedikit mengukir sejarah pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Di Asia Tenggara baru pertama kali ini, jadi mari kita tunjukkan, saya mengajak kita semua untuk bisa bangga dengan Indonesia dalam penyelenggaraan Water World Forum ini," kata Basuki di Kantor Kementerian PUPR," Kamis (11/8).
WWF 2024 yang digelar di Bali itu rencananya ditargetkan akan dihadiri oleh 100.000 peserta. Menghadirkan delegasi 12 kepala negara, 56 menteri dari 172 negara peserta. Basuki mengatakan penyelenggaraan tersebut juga akan membawa dampak langsung pada masyarakat setempat.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Manfaat dari ini tidak hanya kita sebagai penyelenggara termasuk untuk inovasi teknologi pengelolaan sumber daya air, tapi 100.000 orang tinggal di Bali selama seminggu itu juga akan dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Basuki menjelaskan betapa pentingnya air bagi kehidupan. Seperti ketika pandemi COVID-19 lalu kebutuhan air meningkat 3 kali lipat. Tak hanya kesehatan dan kebersihan, air juga berdampak pada kemiskinan.
"Ini juga mempengaruhi stunting dan kemiskinan ekstrem. Kemiskinan ekstrem salah satu faktornya adalah ketersediaan air dan sanitasi. Jadi saya kira water for health ini juga termasuk," ungkapnya.
Basuki juga menyorot bencana yang terjadi di luar disebabkan perubahan iklim, dia tak mau hal serupa terjadi di Indonesia. Untuk itu menurutnya penting untuk memikirkan bagaimana pengelolaan sumber daya air di Indonesia.
"Yang penting semua ikut tanggung jawab dalam pengelolaan air, tidak hanya memanfaatkan saja tapi keberlanjutan sumber daya air harus kita kelola dengan baik," pungkas dia.
ADVERTISEMENT