Bisnis
·
26 November 2020 19:39

RI Teken RCEP, Airlangga Sebut Integrasi dengan Global Makin Kuat

Konten ini diproduksi oleh kumparan
RI Teken RCEP, Airlangga Sebut Integrasi dengan Global Makin Kuat (16620)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara jumpa media terkait perekonomian Indonesia di Kemenko Perekonomian, Jumat (20/12). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Indonesia telah ikut meneken perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economics Partnership/RCEP), yang melibatkan 15 negara ekonomi terkemuka di kawasan. Terkait hal itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, keikutsertaan Indonesia dalam RCEP menguatkan integrasi dengan rantai nilai global.
ADVERTISEMENT
"Indonesia harus memanfaatkan peluang yang ditawarkan RCEP dengan akses pasar bagi produk ekspor Indonesia akan semakin terbuka, industri nasional akan semakin terintegrasi dengan jaringan produksi regional dan semakin terlibat dalam mata rantai regional dan global," kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (26/11).
Menurut dia, pemanfaatan RCEP di Indonesia akan didukung pembenahan iklim usaha dan investasi melalui UU Cipta Kerja yang dapat mengatasi permasalahan perizinan yang rumit dengan banyaknya regulasi pusat-daerah tumpang tindih.
Dia mengatakan pembenahan iklim usaha dan investasi tersebut diperlukan dalam meningkatkan daya saing Indonesia perbaikan peringkat kemudahan berbisnis dan indeks daya saing global.
Setelah perjanjian RCEP diteken pada 15 November 2020, maka RCEP dapat mulai diimplementasikan setelah minimal enam negara anggota ASEAN dan tiga negara mitra dagang ASEAN menyelesaikan proses ratifikasi.
RI Teken RCEP, Airlangga Sebut Integrasi dengan Global Makin Kuat (16621)
Presiden Joko Widodo hadiri KTT ASEAN-PBB dan RCEP, Minggu (15/11). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Airlangga menambahkan gagasan awal pembentukan RCEP diinisiasi oleh Indonesia ketika menjadi Ketua ASEAN 2011. RCEP terdiri dari 10 negara ASEAN dan lima negara mitra yakni China, Korea Selatan, Jepang, Australia dan Selandia Baru.
ADVERTISEMENT
Kemenko Perekonomian menyebutkan kemitraan regional RCEP merupakan kesepakatan dagang terbesar di dunia yang meliputi 30 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, 27 persen dari perdagangan dunia, 29 persen dari investasi asing langsung, dan 29 persen dari populasi dunia.
Meskipun India pada akhirnya memutuskan untuk tidak bergabung, Airlangga mengatakan RCEP tetap menjadi perjanjian perdagangan terbesar di dunia di luar Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Airlangga Hartarto menambahkan negara anggota RCEP memiliki arti yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. Dengan semakin terintegrasinya perekonomian Indonesia dengan 10 negara ASEAN dan lima negara mitra itu, negara anggota RCEP tersebut telah menjadi pasar tujuan ekspor sebesar 57 persen dan sumber impor sebesar 67 persen utama bagi ekonomi Indonesia pada tahun 2019.
ADVERTISEMENT
Negara anggota RCEP juga merupakan sumber utama aliran investasi asing (FDI) ke Indonesia yang pada 2019, 66 persen FDI ke Indonesia berasal dari Singapura, China, Jepang, Malaysia dan Korea Selatan yang merupakan investor utama di Indonesia.