Bisnis
·
17 Agustus 2020 12:23

Ridwan Kamil: Jabar Kucurkan Rp 165 M untuk 500 Wirausaha Baru

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ridwan Kamil: Jabar Kucurkan Rp 165 M untuk 500 Wirausaha Baru (98571)
Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil. Foto: Dok. Istimewa
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan Satgas Pemulihan Ekonomi Jabar telah menyusun road map untuk memulihkan ekonomi yang terkena imbas dari pandemi.
ADVERTISEMENT
Menurut dia, Pemprov Jabar akan memberikan bantuan yang dibagi dalam tiga tahap dalam rentang waktu 2020-2023. Tahap pertama, fokus terhadap tenaga kerja di berbagai sektor usaha dan membangkitkan kembali UMKM yang terkena dampak.
Sementara tahap kedua, ialah tahap pemulihan yang fokus penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor dan membuka bidang baru investasi, dan tahap ketiga ialah tahap penormalan.
"Tahap terakhir adalah tahap penormalan berfokus pada kelanjutan program pemulihan dan sektor ekonomi lainnya secara informal," kata dia ketika menyampaikan amanat upacara kemerdekaan di Gedung Sate Bandung, Senin (17/8).
Mengenai kebangkitan di UMKM, lanjut Emil, pihaknya sudah menggelontorkan dana senilai Rp 163,5 miliar yang menyasar pada 500 wirausaha baru. Dia menyebut, sektor UMKM menjadi prioritas sebab jumlah pelakunya sangat banyak, serapan tenaga kerja besar, dan berkontribusi bagi produk domestik bruto.
Ridwan Kamil: Jabar Kucurkan Rp 165 M untuk 500 Wirausaha Baru (98572)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat melakukan sidak di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa
"Sebesar Rp 163,6 miliar untuk pengembangan UMKM sudah digelontorkan untuk 500 wirausaha baru untuk mengembangkan 492 koperasi serta untuk UMKM naik kelas berbasis digital sebanyak 3.500 orang, UMKM selalu didorong masuk ke dalam sistem ekonomi digital," ucap dia.
ADVERTISEMENT
"Jumlah UMKM di Jabar sebesar 4.545.874 usaha atau sekitar 98,8 persen dari pelaku usaha sementara jumlah usaha besar atau korporasi hanya 53.373 usaha. Penyerapan tenaga kerja UMKM 8.400.000 sementara dari korporasi 2.800.000. Oleh karenanya mari kita upayakan jangan sampai banyak UKM mengalami kebangkrutan," ujar dia.