kumparan
20 Mar 2019 18:29 WIB

Rumah Eks Pembunuhan di Pulomas Jakarta Laku Terjual

Rumah eks pembunuhan di Pulomas laku terjual. Foto: Dok. Aldri Karmani, Century 21
Rumah eks pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur akhirnya laku terjual. Penjualan ini mematahkan cerita bila rumah atau properti eks pembunuhan sulit terjual. Di rumah mewah yang berlokasi di Jalan Pulomas Utara tersebut pernah terjadi perampokan yang menyebabkan pemilik rumah dan beberapa penghuninya meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 27 Desember 2016.
Aldri Karmani, Marketing Century 21 Rasi Utama Cibubur, menjelaskan bila dirinya yang memasarkan rumah tersebut. Ia diminta keluarga pemilik rumah untuk menjual rumah milik almarhum Ir Dodi Triono.
"Alhamdulillah rumah laku terjual," ungkap Aldri kepada kumparan, Rabu (20/3).
Aldri menjelaskan, rumah mewah tersebut terjual dengan harga baik. Namun, Aldri enggan membocorkan besaran harga karena telah terjadi kesepakatan antara dirinya dan pembeli.
"Sudah terjadi transaksi di awal Maret 2019," tambahnya.
Rumah eks pembunuhan di Pulomas laku terjual. Foto: Dok. Aldri Karmani, Century 21
Aldri yang telah memulai karier di bidang properti sejak 2000-an itu mengaku menawarkan rumah tersebut sejak Mei 2017. Setiap pembeli yang berminat, ia selalu menjelaskan kondisi rumah. Termasuk pernah terjadi peristiwa perampokan yang memicu kematian pemilik rumah. Ia tak menampik, ada calon pembeli yang kemudian mengurungkan niatnya setelah mendengar cerita tersebut.
"Sebagai marketing, saya harus jujur. Saya enggak tutupi kejadian," jelasnya.
Aldri menyebut, sang pembeli tak menghiraukan latar belakang dan peristiwa yang pernah terjadi di rumah tersebut.
"Yang beli enggak takut sama sekali. Apalagi soal isu setan. Pembelinya orang Indonesia," tambahnya.
Untuk memasarkan rumah eks pembunuhan tersebut, Aldri bekerja sama dengan sesama broker properti.
"Memang banyak ada paranormal yang nawarin jasa. Tapi saya tolak, karena bertentangan dengan agama. Yang kita lakukan, kita sering gelar pengajian bersama keluarga dan mengundang anak yatim," tambahnya.
kumparan pernah membuat edisi khusus liputan properti berhantu. Menjual dan memasarkan rumah yang memiliki cerita yang dianggap angker atau berhantu bukanlah perkara mudah. Sebagai contoh rumah di Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Eks Rumah Hantu di Pondok Indah yang dirobohkan di tahun 2008 dan kemudian ditawarkan, hingga kini belum ada pembeli. Kondisi eks Rumah Hantu Pondok Indah itu masih rata dengan tanah.
Cerita angker eks Rumah Hantu Pondok Indah mempengaruhi minat pembeli terhadap properti itu. Beberapa pembeli yang berminat, kemudian mengurungkan niatnya setelah tahu seluk beluk rumah tersebut.
Konsultan properti dari Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono menilai, masyarakat Indonesia masih sangat percaya terhadap hal-hal mistis. Bila ada hal mistis yang berada di hunian atau perkantoran, pembeli atau pun penyewa memilih untuk membatalkan rencana mereka, apakah membeli atau menyewa.
"Makanya salah satu pertimbangan orang Indonesia memilih rumah atau kamar apartemen ya itu (isu hantu). Apalagi sekarang kan di Indonesia masih banyak pilihan hunian. Jelas mereka enggan memilih rumah atau kamar hantu seperti itu," kata Hendra kepada kumparan, Kamis (15/11/2018).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan