Bisnis
·
17 September 2019 13:46

Rumah Subsidi Laris Manis, Jokowi Tambah Anggaran Rp 1,5 Triliun

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Rumah Subsidi Laris Manis, Jokowi Tambah Anggaran Rp 1,5 Triliun (41094)
Jokowi meninjau rumah tapak murah di Cikarang. Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, realisasi Kredit Pemilikan Rumah Fas‎ilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) atau KPR Bersubsidi per 9 September 2019 telah mencapai 55.982 unit rumah subsidi.
ADVERTISEMENT
Adapun jumlah itu mencapai 82 persen dari target yang ditetapkan yakni 68.000 unit rumah subsidi yang telah disalurkan. Pada tahun lalu, realisasi penyaluran KPR Bersubsidi hanya sekitar 57.939 unit rumah subsidi.
"Sudah 55.000 unit yang disalurkan," jelas Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid kepada kumparan, Selasa (17/9).
Sementara itu, Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Solaeman Soemawinata, mengungkapkan bahwa sebenarnya anggaran yang ada tak cukup sampai akhir tahun. Idealnya pada tahun ini, pemerintah siapkan anggaran untuk 130.000 rumah subsidi.
"Kami sampaikan di akhir tahun kita membutuhkan hampir 130.000 unit FLPP yang membutuhkan anggaran subsidi," katanya.
Rumah Subsidi Laris Manis, Jokowi Tambah Anggaran Rp 1,5 Triliun (41095)
Rumah murah di Cikarang, Bekasi Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
Namun, menurut dia, Kementerian PUPR kini mengajukan anggaran tambahan sekitar Rp 1,5 triliun untuk tambahan subsidi 80.000 rumah. Di awal pemerintahan Jokowi menganggarkan Rp 7,1 triliun, sehingga anggaran KPR FLPP akan menjadi Rp 8,6 triliun.
ADVERTISEMENT
"Kementerian PUPR‎ sudah mengajukan ke Menteri Keuangan untuk 80.000 unit sebesar (akumulasi) Rp 8,6 triliun," jelas Eman, sapaan akrabnya.
Saat bertemu dengan Jokowi pada Senin (16/9), anggaran tambahan untuk KPR FLPP dijanjikan cair pada pekan depan. Menurutnya, hal ini merupakan angin segar kepada pengembang untuk menyediakan rumah subsidi yang banyak peminat.