Sandiaga Uno: Industri Ekonomi Kreatif RI Terbesar Ketiga di Dunia

5 Agustus 2022 21:07
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menparekraf Sandiaga Uno di acara 10 Tahun Forum Pemred, Jumat (5/8/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menparekraf Sandiaga Uno di acara 10 Tahun Forum Pemred, Jumat (5/8/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut kontribusi ekonomi kreatif Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional berada di posisi tiga besar dunia. Setidaknya ada 7,5 persen perekonomian dalam negeri ditopang oleh ekonomi kreatif.
ADVERTISEMENT
"Indonesia ekonominya kreatif sudah masuk 3 besar dunia. Kita ada di posisi ketiga, setelah Amerika Serikat (AS) dengan Hollywood, Korea dengan K-Pop dan Indonesia dengan posisi tiga besar dengan Rp 1.300 triliun," ujar Sandiaga dalam Forum Pemred di Hotel Raffles, Jumat (5/8).
Untuk menggenjot ekonomi kreatif di dalam negeri, Presiden Jokowi memberikan angin segar bagi pelaku ekonomi kreatif dengan keberadaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif pada 12 Juli 2022 lalu. PP ini, menurut Sandiaga, memberi harapan kepada pelaku ekonomi kreatif mendapatkan kemudahan pembiayaan atau kredit dari lembaga keuangan.
"Dan dengan PP nomor 24 di mana lagu karya ekonomi kreatif itu sekarang bisa jadi objek pinjaman. Ke depan saya lihat demokrasi kita terus makin matang," kata Sandiaga.
ADVERTISEMENT
Sandiaga berharap dapat terus melakukan kolaborasi dan inovasi hingga tahun 2024 mendatang. Namun, dia menilai bahwa kondisi 2024 tidak semudah yang dibayangkan dari segi complexity, uncercentainty, dan ambiguity.
"Menurut saya don't worry too much. Saya yakin kita punya kemampuan untuk berinovasi, beradaptasi dan paling penting berkolaborasi," jelasnya.

Ciptakan 4,4 Juta Lapangan Pekerjaan

Besarnya pasar ekonomi kreatif Indonesia, Sandiaga menargetkan pariwisata dan ekonomi kreatif akan menciptakan 4,4 juta lapangan kerja yang masif pada 2024. Tahun ini, targetnya 1 juta lapangan baru terbuka.
Menurut Sandiaga, target tersebut dilandasi dengan makin sehat dan bermartabatnya demokrasi politik di Indonesia. Walaupun ada banyak tantangan krisis yang akan dihadapi mulai dari krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Banyak tantangan krisis di depan, krisis pangan, krisis energi, harga bahan pokok semakin meningkat. Kita semua melihat bahwa lapangan kerja akan kita ciptakan bisa kalau kita bergandengan tangan," ungkap Sandiaga.
ADVERTISEMENT
Sandiaga meminta agar ke depannya semua elemen dapat saling bahu membahu dalam membangun Tanah Air. Mulai dari tingkat pejabat hingga ke masyarakat.
"Tinggal kita perbaiki narasi-narasi kita. Saya yakin dengan semangat kebersamaan kita, tahapan Pemilu sudah masuk, memang menteri kita harus fokus pada pekerjaan, tapi kita harus sampaikan kepada rakyat prestasi," tutur dia.
Sejumlah tokoh menghadiri acara 10 Tahun Forum Pemred di Raffles Jakarta, Jumat (5/8/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah tokoh menghadiri acara 10 Tahun Forum Pemred di Raffles Jakarta, Jumat (5/8/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Selain itu, Sandiaga menyampaikan peran industri media massa yang sangat mendukung kemajuan sektor pariwisata Indonesia. Menurutnya, pemberitaan mengenai destinasi wisata dan keunikan daerah turut mendorong Indonesia untuk lebih dipercaya di tingkat global sebagai destinasi yang memiliki standar internasional.
Ia juga banyak belajar usai media massa memberitakan kebijakan sektor pariwisata, yaitu saat tarif masuk ke Candi Borobudur menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Pemulihan promosi pariwisata kita ini banyak ditopang media. Pemulihan sektor pariwisata ini banyak sekali mendapat dukungan media," pungkas Sandiaga.
Belum lama ini, Indonesia dipercaya untuk menyelenggarakan event internasional mulai dari MotoGP Mandalika sampai ke Asean Paragames. Lalu, untuk pertama kalinya di World Economic Forum Travel and Tourism Development Index Indonesia naik 12 peringkat dan berhasil mengalahkan Vietnam, Malaysia, dan Thailand.
"Sekarang kita sudah di atas Thailand pertama kalinya. Jadi bro, sis, kalau mau healing benerin feeling, ya di Indonesia saja," tandas Sandiaga.