kumparan
27 September 2019 20:21

Saran Arcandra ke BPH Migas agar Proyek Pipa Gas Tak Mangkrak

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Beberapa proyek pembangunan transmisi pipa gas yang ada di Indonesia mangkrak hingga belasan tahun. Susahnya mendapatkan sumber pasokan gas hingga belum adanya pembeli gas dari pipa tersebut membuat proyek ini lamban diselesaikan.
ADVERTISEMENT
Adapun rencana pembangunan transmisi pipa gas dilakukan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) bersama perusahaan yang bakal berinvestasi. Selain itu, BPH Migas juga mesti berkoordinasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebagai badan yang mengatur gas di hulu.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, agar proyek pipa gas tak mangkrak, sewaktu mengajukan rencana pembangunan harus dipastikan lebih dulu teknologi yang bakal dipakai memungkinkan atau tidak di wilayah tersebut.
Selain itu, dari sisi komersialisasinya juga harus diperhitungkan. Jangan sampai tak ada pembelinya.
"Tiba-tiba diusulkan misalnya bangun Trans Kalimantan-Jawa. Nah, kita harus lihat ada enggak pasokannya. Kedua, ada enggak demand (permintaannya). Ketiga, ini berapa harganya apakah lebih ekonomis atau bentuk lain. Kami berharap ke BPH Migas sewaktu bangun atau merencanakan jaringan induk, yang kita bahas silakan ajukan rencana yang sekiranya bangun infrastruktur gas kita," kata dia di Hilir Migas Expo 2019 di JCC, Jakarta, Jumat (27/9).
PGN Pasok Gas Bumi, Industri Garam, Madura
PGN pasok gas bumi ke industri garam di Madura. Foto: Dok. PGN
Arcandra berharap dengan pertimbangan tadi, beberapa proyek pembangunan pipa gas yang sedang diselesaikan bisa segera rampung. Dia juga meminta perencanaan BPH Migas ke depannya bisa lebih baik lagi.
ADVERTISEMENT
Untuk proyek pipa gas Trans Kalimantan-Jawa, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 30-35 triliun. Panjang pipa mencapai 2.249 kilometer (km). Untuk pipa tiap 1 km di onshore membutuhkan dana sekitar USD 30-40 ribu, sementara di offshore USD 60 ribu.
Dalam Rencana Induk Tahun 2012-2025, telah direncanakan pembangunan Jalur Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan sepanjang 2.019 Km yang membentang dari Bontang-Banjarmasin-Palangka Raya hingga Pontianak untuk mengangkut Gas Bumi dari Bontang dan Natuna guna memenuhi kebutuhan energi gas alam di Kalimantan.
Selain proyek Trans Kalimatan-Jawa yang sedang diselesaikan, beberapa tahun belakangan proyek pipa gas yang mangkrak adalah transmisi ruas Cirebon-Semarang yang sudah dilelang dan dimenangkan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind) sejak 2006.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan