Bisnis
·
21 November 2020 14:51

Saran Ma’aruf Amin untuk Sektor Properti yang Lesu Saat Pandemi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Saran Ma’aruf Amin untuk Sektor Properti yang Lesu Saat Pandemi (50948)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (19/11). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
Sektor properti mengalami tantangan yang cukup berat terutama akibat pandemi COVID-19. Akibat pandemi sebanyak 70 persen masyarakat berpenghasilan rendah dan 30 persen masyarakat berpenghasilan tinggi mengalami penurunan pendapatan. Hal tersebut berimbas juga pada penyediaan perumahan bagi MBR karena pengembang tidak berproduksi.
ADVERTISEMENT
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan akibat pandemi COVID-19, anggaran skema bantuan pembiayaan perumahan seperti FLPP dan SSB juga belum terserap maksimal. Dalam skema SSB dari target pembangunan 75.000 unit rumah baru, hingga saat ini baru terealisasi sebanyak 12.904 unit.
“Pengembang tidak berproduksi akibat daya beli yang sangat kurang. Ada demand yang turun,” ujar Ma’ruf dalam Seminar dan Sarasehan Nasional Himpunan Pengembang Nusantara 2020, Sabtu (21/11).
Meski demikian, Ma’ruf mengatakan industri properti harus terus bergerak. Sebab membangun rumah untuk rakyat tidak hanya berdampak positif untuk pertumbuhan ekonomi tapi juga sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebab menurutnya properti merupakan sektor yang bisa melibatkan lebih dari 150 jenis usaha dan dan menyerap tenaga kerja yang cukup besar.
Saran Ma’aruf Amin untuk Sektor Properti yang Lesu Saat Pandemi (50949)
Calon pembeli melihat satu perumahan yang ditawarkan dalam salah satu pameran properti di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Untuk itu, meski dalam masa pandemi Ma’ruf berharap geliat sektor properti tetap ada. Ma’ruf juga berharap pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah bisa menggunakan skema padat karya agar memberikan pekerjaan dan manfaat langsung kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
“Selain itu seluruh pembangunannya agar menggunakan bahan material produksi dalam negeri bahkan bahan bangunan hasil industri lokal,” ujarnya.
Di sisi lain, Ma’ruf mengatakan pandemi ini memberikan hikmah bagi masyarakat Indonesia. Sebab pandemi mengajarkan masyarakat agar lebih cepat beradaptasi dengan teknologi. Untuk itu Ma’ruf berharap masyarakat juga dapat memanfaatkan peluang transformasi digital ini dalam sektor properti, misalnya untuk memasarkan produk perumahan. Sehingga masyarakat yang butuh rumah tidak perlu datang secara fisik ke lokasi tapi cukup melalui tur virtual 3D dan informasi pendukung melalui media daring.
“Saya percaya melalui inovasi digital baik dari sisi pengembang dan pemerintah melalui berbagai kebijakan, kemudahan pemberian izin, dukungan pembiayaan pemanfaatan lahan dan kemudahan pemberian sertifikat tanah, akan mendukung bangkitnya industri perumahan di masa depan. Oleh karena itu, pembangunan sektor perumahan perlu didukung sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan manfaatnya bisa dinikmati berbagai lapisan masyarakat,” tandasnya.
ADVERTISEMENT