Bisnis
·
20 Januari 2021 15:47

Sarinah Buka Suara Soal Beras Impor Asal Vietnam yang Bocor di Pasar

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sarinah Buka Suara Soal Beras Impor Asal Vietnam yang Bocor di Pasar (82170)
Petugas dari Palang Merah Indonesia melakukan penyemprotan disinfektan di tempat perbelanjaan Sarinah di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Foto: Reuters/Willy Kurniawan
Perusahaan BUMN yang populer dengan bisnis ritel dan mal, PT Sarinah (Persero) buka suara mengenai adanya beras impor asal Vietnam yang bocor ke Pasar Induk Beras Cipinang, dua hari lalu.
ADVERTISEMENT
Beras yang diimpor PT Sarinah ini dipermasalahkan karena harganya yang rendah, Rp 9.000 per kilogram (kg). Harga rendah ini tentu akan menekan petani lokal, yang menjual dengan harga rate Rp 8.500 per kg - Rp 12.000 per kg.
Menanggapi polemik ini, Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati mengatakan bahwa impor beras asal Vietnam ini telah melalui surat perizinan impor yang diterbitkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun lalu.
“Kuota beras diberikan dari Kementerian Perdagangan kepada Sarinah sebagai importir dalam hal ini,” kata Fetty kepada kumparan, Rabu (20/1).
Sarinah Buka Suara Soal Beras Impor Asal Vietnam yang Bocor di Pasar (82171)
Para pekerja di Pasar Beras Cipinang Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Menariknya, dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI, Kementan menegaskan tidak pernah memberikan izin impor kepada siapa pun, termasuk PT Sarinah. Bahkan, Kementan telah melaporkan kasus ini kepada Bareskrim Mabes Polri.
ADVERTISEMENT
Fetty melanjutkan, impor beras asal Vietnam ini sesuai dengan kesepakatan mitra distributor selama setahun penuh. Hanya saja dalam kesepakatan ini tidak dibagi kuota alokasi tiap pasar.
“Di mana hal ini merupakan deal antara mitra distributor dengan pembeli selanjutnya,” sambungnya.
Fetty bilang, tahun ini belum ada izin impor yang diterbitkan Kemendag. Dengan demikian, seluruh realisasi impor beras asal negeri Lumbung Padi Asia tersebut terjadi pada tahun lalu.