Satgas BLBI Sita 340 Hektar Tanah Obligor Agus Anwar

31 Maret 2022 12:37
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Satgas BLBI Sita 340 Hektar Tanah Obligor Agus Anwar (8582)
zoom-in-whitePerbesar
Satgas BLBI sita aset obligor Agus Anwar. Foto: Satgas BLBI
ADVERTISEMENT
Satgas BLBI menyita barang jaminan berupa tanah seluas 340 hektar di Desa Bojong Koneng. Aset tersebut merupakan milik penanggung utang alias obligor Agus Anwar.
ADVERTISEMENT
Agus Anwar merupakan penanggung utang Bank Pelita Istismarat sebesar Rp 635.443.200.000. Penyitaan barang ini dilakukan berdasarkan akta perjanjian penyelesaian kewajiban pemegang saham dan pengakuan utang nomor 6745 tanggal 21 November 2003 antara Agus Anwar dan Badan Penyehatan Perbankan Nasional.
Barang jaminan milik Agus Anwar yang disita hari ini adalah tanah seluas lebih kurang 340 hektar di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Aset ini sebelumnya sempat dikenal sebagai milik PT Bumisuri Adilestari.
Dokumen asli kepemilikan dikuasai pemerintah, terdiri dari 11 Sertifikat Hak Milik, 15 akta jual beli, dan 874 surat pernyataan pelepasan hak dari masyarakat kepada PT Bumisuri Adilestari sejak tahun 1994.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Satgas BLBI selanjutnya memasang plang atas tanah tersebut secara simbolis di 10 titik aset. Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban memimpin langsung proses penyitaan.
Satgas BLBI Sita 340 Hektar Tanah Obligor Agus Anwar (8583)
zoom-in-whitePerbesar
Satgas BLBI sita aset obligor Agus Anwar. Foto: Satgas BLBI
"Satgas BLBI akan terus melakukan upaya berkelanjutan memastikan pengembalian hak tagih negara melalui serangkaian upaya seperti pemblokiran, penyitaan, dan penjualan aset-aset obligor dan debitur yang merupakan barang jaminan maupun harta kekayaan yang dimiliki selama mendapatkan dana BLBI," ujar Rionald dalam keterangan resmi, Kamis (31/3).
ADVERTISEMENT
Pelaksanaan penyitaan yang dilakukan juru sita dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor ini dilakukan dalam rangka penanganan, penyelesaian, dan pemulihan hak tagih yang berasal dari dana BLBI.
Adapun langkah selanjutnya, barang jaminan yang telah dilakukan penyitaan akan dilanjutkan proses pengurusannya sesuai ketentuan perundang-undangan, yaitu dilakukannya penjualan secara terbuka (lelang) dan/atau penyelesaian lainnya.