kumparan
10 Okt 2019 10:20 WIB

Sayonara, Pepsi!

Pepsi, produk minuman unggulan dari PepsiCo. Foto: Reuters/Brendan McDermid
Ada yang berbeda dari salah satu gerai makanan cepat saji, KFC, di Blok M Square. Dispenser minuman di sini biasanya menampilkan deretan merek, salah satunya Pepsi dan 7 Up.
ADVERTISEMENT
Namun, dari pantauan kumparan pada Rabu (9/10) malam, kedua merek tersebut pada dispenser minuman KFC tampak sudah dicopot. Yang terlihat hanya tinggal sejumlah merek seperti Coca-Cola, Sprite, dan Fanta.
“Pepsi sudah tidak ada. Yang ada sekarang Coca-Cola,” ucap salah satu petugasnya kala itu.
Ya, mulai hari ini, jenis minuman karbonasi asal Amerika Serikat (AS), Pepsi, sudah tidak diproduksi lagi di dalam negeri. Beberapa waktu lalu, juru bicara Pepsico melalui Pepsico Indonesia membenarkan hal tersebut.
Melalui pesan elektronik yang diterima kumparan, dia menyatakan, pihaknya akan keluar dari Indonesia efektif per 10 Oktober 2019. Kiprah Pepsi memang harus berakhir di Indonesia kali ini.
Hal ini juga seiring dengan masa kontrak PepsiCo Inc dan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM) yang telah berakhir. Sayang, keduanya memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama lagi.
Pepsi, produk minuman unggulan dari PepsiCo. Foto: Reuters/Brendan McDermid
Jika ditelisik kembali, Pepsi masuk ke Indonesia melalui perusahaan patungan antara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan Asahi Group, perusahaan berkedudukan di Singapura yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Asahi Holding, Ltd yang berkedudukan di Tokyo, untuk menjalankan kegiatan usaha minuman non-alkohol di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Perusahaan patungan itu adalah PT Asahi Indofod Beverage Makmur (AIBM) dan PT Indofood Asahi Sukses Beverage (IASB). Pada September 2013, keduanya berhasil menyelesaikan transaksi akuisisi saham PT Pepsi-Cola Indobeverage (PCIB).
Namun, jauh sebelum itu, tepatnya pada tahun 1995, Salim Group terlebih dahulu mendirikan pabrik yang terletak di Purwakarta, Jawa Barat, dengan nama PT Pepsi Indobeverages.
Pabrik tersebut bertujuan untuk melayani kebutuhan minuman karbonasi Pepsi di wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan sekitarnya, serta membantu melayani kebutuhan pemasaran di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pada tahun 1996, PT Pepsi Indobeverages baru memulai produksinya karena perusahaan tersebut baru mendapat izin pada tanggal 8 Maret 1996 dengan nomor izin no. 481/I/Industri dari Departemen Perindustrian.
Perbedaan Coca Cola dan Pepsi Foto: Shutterstock
PT Pepsi Indobeverages telah menghasilkan beberapa produk Carbonated Soft Drink (CSD), di antaranya Pepsi Regular, Pepsi Blue, Pepsi Twist, Pepsi Cola, Mirinda Strawberry, Mirinda Root Berry, 7-UP Emerald, 7-UP Revive, A&W Root Beer, Canada Dry dan Tekita dalam kemasan botol dan kaleng.
ADVERTISEMENT
Terdapat pula jenis minuman yang tidak berkarbonat (Non CSD) yakni Gatorade, Tropicana Apple, dan Tropicana Orange.
Dengan keluarnya Pepsico dari Indonesia, AIBM juga resmi tidak akan memproduksi, menjual, atau mendistribusikan produknya lagi. Keduanya juga telah memberi tahu kepada seluruh mitra kerja dan para pekerja terkait hal ini.
Di sisi lain, belum ada alasan pasti di balik hengkangnya Pepsi dari Indonesia.
Menu minuman Pepsi masih tersedia di KFC Kemang. Foto: Moh Fajri/kumparan
Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim menegaskan, cabutnya Pepsi dari Indonesia bukan karena iklim bisnis di Indonesia sedang tak kondusif, tapi murni karena persoalan bisnis.
"Pepsi keluar dari Indonesia lebih terkait kerja sama dengan mitra Pepsi berupa pemutusan kontrak bisnis. Jadi dipastikan keluarnya Pepsi Cola bukan karena iklim bisnis di dalam negeri yang tidak kondusif," katanya saat dihubungi kumparan.
ADVERTISEMENT
Sementara, saat dihubungi terpisah, Corporate Secretary PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Gideon A Putro mengungkap, berakhirnya kerja sama di antara keduanya karena alasan komersial.
“Berakhirnya kerja sama dengan PepsiCo karena jangka waktu EBA sudah berakhir. AIBM dan PepsiCo telah sepakat untuk tidak melanjutkan jangka waktu EBA karena alasan komersial,” jelas Gideon.
Pepsi. Foto: Pixabay
Yang pasti, apapun alasannya, toh Pepsi sudah memutuskan hengkang dari Indonesia. Keluarnya Pepsi ini membuat sejumlah perusahaan makanan cepat saji yang jadi mitranya pun memutuskan untuk mengganti dengan merek pesaingnya, yakni Coca-Cola. Diketahui, KFC dan Pizza Hut sudah mengganti stok Pepsi sejak awal bulan September.
Pihak Pepsico sendiri mengungkapkan harapannya untuk bisa kembali ke pasar Indonesia. Walau masih belum bisa dipastikan kapan pastinya merek minuman ini akan kembali.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, kenyataan hilangnya Pepsi dari daftar minuman ringan dalam negeri memang harus dihadapi.
Sayonara, Pepsi!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan