Bisnis
·
16 Maret 2020 7:03

Sederet Perusahaan Terapkan Kerja dari Rumah untuk Cegah Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sederet Perusahaan Terapkan Kerja dari Rumah untuk Cegah Corona (263931)
Dekorasi rumah Foto: Shutterstock
Penyebaran virus corona makin meluas di dalam negeri. Hingga Minggu (15/3) yang tertular mencapai 117 orang, 5 meninggal, dan 8 sembuh.
ADVERTISEMENT
Untuk menghalau penyebaran virus asal Wuhan, China, sejumlah perusahaan di Tanah Air telah menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH).
Siapa saja? Berikut kumparan rangkum, Senin (16/3).

Gojek Uji Coba Kerja dari Rumah

Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita mengatakan, pihaknya telah melakukan uji coba penerapan kerja dari rumah bagi para karyawan Gojek. Hanya saja Nila tidak merinci sejak kapan WFH mulai diberlakukan bagi karyawan Gojek.
“Bagi karyawan, kami juga telah menjalankan berbagai inisiatif untuk meminimalisir risiko, termasuk uji coba kerja dari rumah,” ujar Nila kepada kumparan, Minggu (15/3).
Meski demikian Nila menjelaskan, sejatinya Gojek telah menjalankan berbagai upaya antisipasi Coronavirus Diseases (COVID-19) sejak Januari lalu.
ADVERTISEMENT
Upaya-upaya preventif tersebut menjangkau seluruh ekosistem Gojek termasuk mitra driver, mitra merchant, mitra service provider, pelanggan, dan karyawan Gojek. Untuk karyawan misalnya, Gojek juga melakukan sejumlah tindakan seperti pengukuran suhu tubuh, mempersiapkan rencana keberlangsungan bisnis, memberlakukan larangan perjalanan kerja internasional, memberikan training mengenai COVID-19 dalam kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, membagikan masker, hand sanitizer, dan vitamin serta melakukan office deep cleaning secara teratur.
Sederet Perusahaan Terapkan Kerja dari Rumah untuk Cegah Corona (263932)
Kantor pusat Gojek. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Grab Indonesia Tutup Kantor 5 Hari

Perusahaan ride hailing Grab telah menutup sementara kantor mereka yang berada di Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona. Dengan demikian, karyawan Grab diperbolehkan untuk Work From Home (WFH) alias bekerja dari rumah. Penutupan kantor ini dilakukan sejak Kamis (12/3) minggu lalu hingga Selasa (17/3) pekan depan.
ADVERTISEMENT
“Sebagai upaya pencegahan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pribadi karyawan, kami telah menutup sementara kantor kami di Jakarta untuk melakukan pembersihan menyeluruh pada 12-17 Maret. Karyawan akan bekerja dari rumah selama proses ini berlangsung,” ungkap Public Relations Assistant Marketing Manager Grab Indonesia Satrya Pinandita kepada kumparan, Minggu (15/3).
Menurut Satrya, Grab akan terus memantau situasi dengan cermat dan siap untuk mengimplementasikan tindakan pencegahan tambahan sambil memastikan dampak minimal pada operasi bisnis perusahaan.

1.200 Pegawai Unilever Diminta Kerja dari Rumah

Manajemen PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mulai memberlakukan work from home atau kerja dari rumah pada Senin (16/3) mendatang. Kebijakan ini sebagai upaya perusahaan dalam mencegah meluasnya Covid-19 atau virus corona.
ADVERTISEMENT
"Oleh karena itu, Unilever secara global (diseluruh dunia) melakukan langkah-langkah preventif yang lebih tegas untuk melindungi kesehatan karyawan dan keluarganya. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan sistem work from home atau bekerja dari rumah, untuk para karyawan yang bekerja di kantor (kantor pusat, kantor penjualan di area dan kantor di pabrik)," kata Corporate Secretary Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso kepada kumparan, Sabtu (14/3).
Sederet Perusahaan Terapkan Kerja dari Rumah untuk Cegah Corona (263933)
com-Grha Unilever BSD Foto: Dok. Unilever Indonesia
Sancoyo memastikan sebanyak 1.200 karyawan lebih akan bekerja dari rumah. Namun jumlah tersebut belum termasuk di kantor penjualan dan kantor pabrik.
Artinya bisa saja jumlah pegawai yang bekerja dari rumah lebih. "Di kantor pusat sekitar 1200. Di kantor penjualan dan kantor pabrik saya harus check," imbuhnya.
Sementara itu untuk pegawai yang bekerja di pabrik produksi Unilever dan pegawai distribusi akan tetap beroperasi seperti biasa. Namun perusahaan memastikan akan menerapkan standar keamanan serta kebersihan yang lebih ketat.
ADVERTISEMENT
Jadi, apakah kantormu juga ikut gerakan WFH dan #dirumahaja?