kumparan
Bisnis6 Mei 2020 6:52

Sejumlah Negara Mulai Melonggarkan Lockdown, Wall Street Melesat

Konten Redaksi kumparan
 New York Stock Exchange (NYSE)
New York Stock Exchange (NYSE). Foto: Reuters
Indeks utama Wall Street melesat pada penutupan perdagangan Selasa (5/5). Kenaikan dipicu oleh harga minyak yang mulai pulih serta sejumlah negara mulai melonggarkan lockdown demi menghidupkan kembali aktivitas ekonomi.
ADVERTISEMENT
Mengutip laporan Reuters, Rabu (6/5), Dow Jones Industrial Average naik 133,33 poin atau 0,56 persen menjadi 23.883,09, indeks S&P 500 naik 25,7 poin atau 0,90 persen menjadi 2.868,44, dan Nasdaq Composite menambahkan 98,41 poin atau 1,13 persen menjadi 8.809,12.
Di beberapa negara, termasuk Italia hingga negara bagian AS, California, untuk sementara melonggarkan lockdown demi memulihkan ekonomi.
"Kami mulai melihat beberapa negara terbuka, kami mulai melihat beberapa kegiatan," kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Investment Management.
Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida mengatakan, ekonomi AS akan turun tajam di kuartal II 2020, dampak pemberlakukan lockdown. Namun, ada kemungkinan pemulihan ekonomi terjadi sejak semester kedua tahun ini.
Sementara itu, sektor jasa di AS mengalami kontraksi selama April 2020, penurunannya merupakan yang terdalam dalam sepuluh tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
Investor pun saat ini bersiap melihat data ketenagakerjaan yang akan dirilis Jumat (8/5).
"Sepertinya akan mendapatkan beberapa data negatif, tapi sebagian besar pasar telah belajar untuk melihatnya," kata Kristina Hooper, kepala strategi pasar global di Invesco.
Saham Healthcare memimpin di antara sektor lainnya di S&P 500.
Saham Pfizer (PFE.N) naik 2,4 persen setelah produsen obat itu mengatakan mulai melalukan pengujian dengan memberikan dosis vaksin virus corona kepada manusia.
Ilustrasi Wall Street
Ilustrasi Wall Street. Foto: Getty Images
Saham Regeneron Pharmaceuticals (REGN.O) juga naik 6,0 persen, setelah perusahaan mengatakan antibodi untuk COVID-19 kemungkinan tersedia pada akhir musim panas.
Saham perusahaan teknologi seperti Microsoft (MSFT.O) dan Apple (AAPL.O) juga naik, memberikan dorongan pada indeks utama.
Saham Norwegian Cruise Line Holdings Ltd (NCLH.N) anjlok 22,6 persen karena salah satu operator pelayaran terbesar di dunia itu ragu untuk terus menjalankan bisnisnya.
ADVERTISEMENT
Sekitar 10,6 miliar saham berpindah tangan di Wall Street, di bawah rata-rata harian sekitar 12 miliar selama 20 sesi terakhir.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan