kumparan
Bisnis19 Mei 2020 8:15

Sentimen Positif Masih Minim, IHSG Kembali Diprediksi Melemah

Konten Redaksi kumparan
IHSG, bursa efek
Petugas kebersihan melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (31/3). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah hari ini. Menurut Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan, laju IHSG akan bergerak di level support 4.468 dan level tertinggi 4.550 sepanjang perdagangan hari ini. Kemarin, Senin (18/5), IHSG ditutup menguat di level 4.511,06 atau naik 0,08 persen.
ADVERTISEMENT
Menurut Dennies, kemarin IHSG ditutup menguat didorong optimisme setelah mendengar komentar The Fed terkait perekonomian yang menunjukkan tanda akan segera pulih. Hal ini direspons positif oleh investor meskipun pergerakan masih cenderung terbatas.
“IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal formasi candlestick membentuk lower high dan lower low mengindikasikan potensi pelemahan,” tulis Dennies dalam risetnya, Selasa (19/5).
Menurutnya, investor masih akan fokus kepada perkembangan terkait COVID-19 yang mulai mereda di beberapa negara. Namun di dalam negeri data kasus baru masih terus bertambah serta masih minim sentimen.
saham, IHSG
Ilustrasi pergerakan saham. Foto: Antarafoto
Sementara itu, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG masih terlihat betah berada dalam rentang konsolidasi wajar.
Menjelang rilis data perekonomian, tingkat suku bunga yang disinyalir berada dalam keadaan stabil, akan turut menopang kenaikan IHSG di hari ini. Di sisi lain capital outflow yang masih tercatat secara year to date juga turut memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak terkonsolidasi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Telekomunikasi Indonesia Persero (TLKM), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan