Peserta CPNS, Kantor Badan Kepegawaian Negara

Serba-serbi Tes SKD CPNS Hari Pertama

28 Januari 2020 10:13 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Senin (27/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Senin (27/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
ADVERTISEMENT
Setelah pendaftaran dibuka pada November tahun lalu, tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akhirnya dimulai. Kemarin, Senin (27/1), tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dilangsungkan.
ADVERTISEMENT
Mereka yang mengikuti tes SKD ini merupakan CPNS yang berhasil lolos tahap seleksi administrasi akhir tahun lalu.
Bagaimana serba-serbi tes SKD hari pertama? Berikut kumparan rangkum, Selasa (28/1).
1. 32.000 Peserta Ikut Tes SKD
Di hari pertama tes SKD, jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 32.000 orang. Jumlah peserta tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyebut, ke-32.000 peserta tersebar di 42 instansi yang ada di Indonesia. Rinciannya, 19 instansi pusat dan 23 pemerintah daerah.
Sebenarnya, total instansi yang dibuka mencapai 522. Tapi, untuk hari pertama, baru dibuka 42 instansi dulu.
"Jadi 34 provinsi dan beberapa kabupaten sudah mulai SKD. Peserta hari ini sampai sore 32.000 orang. Mudah-mudahan persiapan (dari) seminggu lalu enggak ada masalah," kata dia usai membuka acara tes SKD hari pertama, di Kantor BKN, Jakarta (27/1).
Suasana ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Senin (27/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
2. Soal Lebih Sulit, Passing Grade Diturunkan
ADVERTISEMENT
Dalam tes SKD ini, ada 100 soal yang harus diisi. Peserta diberi waktu menyelesaikan soal hingga 90 menit yang terdiri dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Bima mengatakan, masing-masing jenis tes memiliki passing grade atau batas minimal angka yang bisa lolos. Untuk tahun ini, dia menyebutkan, passing grade diturunkan sebab tingkat kesulitan soal dinaikkan.
"Tingkat kesulitan lebih tinggi sekarang. Sebetulnya tingkat itu relatif ya. Jadi kita ada beberapa model soal dari yang tingkat kesulitan tinggi, sedang, dan rendah. Ini komposisinya harus dibagi karena kalau tinggi semua nanti tidak ada yang lolos," kata dia.
Peserta tes CPNS saat mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Senin (27/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
3. Peserta Bisa Langsung Pantau Hasil di Online
Bima Haria Wibisana mengatakan, hasil tes SKD yang diisi oleh CPNS bisa diketahui langsung hari ini juga, usai para peserta mengerjakan seluruh soal. Hal ini memungkinkan karena sistem penilaian langsung terpantau dari layar yang dipasang BKN dan menayangkan hasil secara online.
ADVERTISEMENT
"Langsung, begitu selesai, keluar (hasilnya) di layar. Nah mereka sudah tahu hasil SKD-nya," kata dia di Gedung BKN, Jakarta, Senin (27/1).
Akan tetapi, untuk mengetahui lolos tidaknya peserta yang mengikuti tes SKD hari ini, CPNS tersebut harus menunggu beberapa waktu. Sebab, pengumuman resmi akan disampaikan jika kementerian atau instansi terkait telah memverifikasi nilai-nilai mereka secara keseluruhan.
Bima menegaskan, cek ulang nilai hasil tes SKD wajib dilakukan untuk menghindari kesalahan di masa mendatang. Karena layar hasil tes SKD yang saat ini berlangsung bisa diakses siapa pun dan memang disediakan oleh BKN, banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memantaunya. Diakuinya, itu bagian dari transparansi dalam proses seleksi CPNS.
Suasana ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Senin (27/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
4. BKN Jamin Tidak Ada Kebocoran Soal Tes CPNS
ADVERTISEMENT
BKN juga menjamin bahwa soal-soal ujian SKD sangat rahasia. Sebab, sebagai penyelenggara, pihaknya juga tak tahu apa isi soal-soal yang dibuat.
"BKN sendiri pun enggak tahu soalnya. Karena begitu kita terima sudah dalam bentuk enkripsi yang dienkripsi oleh Badan Siber dan Sandi Negara. Jadi soalnya bukan BKN yang buat tapi konsorsium perguruan tinggi yang buat," katanya.
Setelah soal selesai dibuat oleh konsorsium perguruan tinggi, Kemendikbud akan menyerahkannya ke KemenPAN-RB. Lalu, dari Menteri PAN-RB diserahkan kepada BSSN baru diserahkan kepada BKN.
Terkait adanya soal SKD yang beredar di luar, Ia menyebut itu hanya kisi-kisi, bukan bocoran soal SKD.
"Kalau saya ditanya soal seperti apa, saya belum lihat soalnya dan enggak mungkin bisa lihat soalnya," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten