Bisnis
·
26 September 2019 15:50

Sering Tertukar dengan BNPT, BPNT Akan Diganti dengan Kartu Sembako

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sering Tertukar dengan BNPT, BPNT Akan Diganti dengan Kartu Sembako (74036)
Juru bicara Jokowi - Ma'ruf Amin, Ace Hasa Syadzily menunjukan Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Sembako Murah. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) akan diganti menjadi Kartu Sembako di tahun depan. Hal ini lantaran singkatannya yang sering tertukar dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
ADVERTISEMENT
Pemerintah pun menganggarkan Rp 28,1 triliun untuk Kartu Sembako dalam APBN 2020. Angka ini meningkat hampir 39 persen dibandingkan tahun ini yang hanya Rp 20,1 triliun.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, penerima kartu sembako di 2020 juga akan bertambah menjadi 15,6 juta keluarga miskin. Setiap keluarga miskin nantinya akan memperoleh bantuan sebanyak Rp 150.000 per bulan, naik dari sebelumnya sebesar Rp 110.000 per keluarga per bulan.
"Karena suka ketuker juga kan sama BNPT, makanya sekarang Kartu Sembako. BPNT dievaluasi, kembali diperkuat dalam bentuk kartu sembako. Perubahannya per bulan ditingkatkan dari Rp 110.000 menjadi Rp 150.000, ini menjadi nendang," kata Askolani di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (26/9).
Selain itu, pemerintah juga melakukan perluasan komoditas yang dapat dibeli oleh masyarakat menggunakan Kartu Sembako. Selama ini, BPNT hanya untuk membeli beras.
Sering Tertukar dengan BNPT, BPNT Akan Diganti dengan Kartu Sembako (74037)
Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Sembako Murah. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
"Nanti komoditasnya apa juga ditambah, diproses Kemensos. Dulu hanya beras, sekarang diperbanyak oleh Kemensos apakah minyak atau yang lain. Namanya Kartu Sembako. Ini tentunya awal untuk perbaikan pemanfaatan, perluasan dari kebijakan ini tentunya dengan didukung oleh pelaksanaan kebijakan yang sudah ada," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Dia berharap, dengan adanya penambahan bantuan dan perluasan komoditas yang dapat diperoleh masyarakat, jumlah masyarakat miskin di Indonesia juga bisa ditekan.
Selain itu, pemberian bantuan tersebut juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat dan mendorong ekonomi tumbuh sesuai target 5,3 persen di tahun depan.
"Manfaatnya adalah bisa mengurangi orang miskin, menjaga dan meningkatkan daya beli. Sehingga konsumsi rumah tangga tetap sebagai pendukung ekonomi ke depan," tambahnya.
Adapun sejak awal tahun ini hingga akhir Agustus 2019, realisasi penyaluran BPNT mencapai Rp 13,3 triliun. Angka ini telah memenuhi 64,5 persen dari pagu yang ditetapkan dalam APBN 2019.