kumparan
27 Agu 2018 10:34 WIB

Sosialisasikan Investasi Pasar Modal, BEI Gelar Investor Summit 2018

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi. (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)
Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI kembali menggelar Investor Summit 2018. Acara tersebut akan berisi pemaparan kinerja oleh 65 Perusahaan Tercatat.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, penyelenggaraan Investor Summit 2018 yang juga didukung OJK ini bertujuan menempatkan otoritas bursa sebagai fasilitator untuk mempertemukan investor dengan perusahaan tercatat terpilih.
“Investor Summit 2018 membuka akses dan hubungan lebih luas antara investor dengan Perusahaan Tercatat. Selain itu meningkatkan pemahaman investor terhadap kinerja Perusahaan Tercatat di BEI, serta meningkatkan likuiditas pasar,” kata Inarno di Gedung BEI, Kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (27/8).
Inarnor berharap Investor Summit 2018 juga dapat membantu membangun kesadaran dan ketertarikan masyarakat umum terhadap potensi industri Pasar Modal Indonesia di tengah industri keuangan yang berkembang cepat.
Menurut Inarno, keuntungan bagi perusahaan tercatat yang mengikuti Investor Summit 2018 ini adalah informasi mengenai kinerja perusahaan akan tersebar kepada investor secara lebih luas.
ADVERTISEMENT
Selain itu, apabila perusahaan tercatat ikut serta sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam aturan yang berlaku, baik itu melakukannya sendiri maupun ikut serta dalam Investor Summit 2018, maka kewajiban melakukan paparan publik dari Perusahaan Tercatat tersebut telah terpenuhi.
“Sedangkan keuntungan bagi masyarakat yang mengikuti Investor Summit 2018 adalah dapat secara langsung berdiskusi dengan manajemen terkait dan mengetahui kondisi perusahaan tercatat guna memutuskan dalam berinvestasi pada perusahaan dimaksud,” ujarnya.
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi menyatakan hal senada. Menurut Fakhri, Investor Summit diharapkan dapat menggaet semakin banyak investor.
“Persoalan jumlah investor itu adalah masalah yang lama sekali dan harus nemukan solusi yang pas. Kita sudah naik jumlahnya investornya. Dari dulu kita sudah lakukan pameran, sosialisasi, mengeluarkan banyak biaya dengan hasil yang kita terima saat ini,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Fakhri mengungkapkan, perlu adanya terobosan baru agar jumlah investor makin meningkat. Salah satunya adalah dengan bekerja sama dengan e-commerce.
“Kita perlu coba approach yang lain. Kita di OJK ini sebenarnya coba kerja sama dengan Bukalapak dan lainnya. Kita juga lihat kenaikan investor yang cukup signifikan. Perlu kita perlu perkuat basis investor lokal,” ujarnya.
Targetnya, Investor Summit 2018 ini dapat dihadiri oleh Analis Perusahaan Efek, Manajer Investasi, Dana Pensiun dan Asuransi, Calon Investor seperti ibu rumah tangga, wiraswasta, maupun karyawan, investor pasar modal baik investor saham maupun reksa dana, mahasiswa dan pelajar, masyarakat umum, serta media.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan