Sri Mulyani Beberkan Kunci Sukses Tangani Pandemi: Kredibilitas dan Reputasi

5 Agustus 2022 17:25
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Kemenkeu RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Kemenkeu RI
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berbicara mengenai kecakapannya menangani pandemi COVID-19 di Indonesia. Usai wabah semakin mereda, Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 5,44 persen di kuartal II 2022.
ADVERTISEMENT
Sri Mulyani berkata, faktor paling penting bagi pemerintah dapat menangani COVID-19 adalah kredibilitas dan reputasi. Keduanya merupakan bekal agar masyarakat bisa percaya dan mengikuti regulasi yang berlaku terkait penanganan pandemi.
Meski begitu, menurut Menkeu, kedua hal tersebut tidak bisa dibentuk secara instan. Sehingga, efektivitas pada setiap kebijakan pemerintah bisa dilihat oleh masyarakat tergantung dari seberapa kuat kredibilitas dan reputasi yang dimiliki.
"Kebijakannya bisa saja sama, tetapi kalau yang mengeluarkannya tidak kredibel dan reputasinya tidak bagus, orang akan keep guessing, ini bener enggak, ini serius enggak, efektif enggak. So reputasi dan kredibilitas itu aset yang luar biasa," ujarnya saat Soft Launching Buku: Keeping Indonesia Safe from COVID 19 Pandemic, Jumat (5/8).
ADVERTISEMENT
Sri Mulyani melanjutkan, ketika pemerintah sudah dipercaya oleh masyarakat, akan sangat mudah dalam mengimplementasi kebijakan, disesuaikan dengan kondisi pandemi yang mendadak dan tidak bisa diprediksi.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Seorang pria yang mengenakan masker pelindung berjalan melewati figur boneka besar tradisional yang disebut "Ondel-ondel" yang juga mengenakan masker (30/6/2021). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria yang mengenakan masker pelindung berjalan melewati figur boneka besar tradisional yang disebut "Ondel-ondel" yang juga mengenakan masker (30/6/2021). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Kredibilitas dan reputasi ini pun dibangun oleh Sri Mulyani bahkan sebelum pandemi terjadi. Dia melakukan konsolidasi fiskal saat negara lain sama sekali belum berpikir ke arah tersebut.
"Waktu hari masih cerah belum ada hujan semua orang berpesta keluar, tapi kita benerin atap, kita kerja melihat saluran air bocor dan lain-lain. Waktu beneran ada awan bergulung-gulung, atap kita sudah rapat, so it's about credibility," tutur dia.
Selain itu, Sri Mulyani juga berpendapat ketika sudah memiliki mandat menjadi pemangku kebijakan, dia tidak bisa menikmati kekuasaan tersebut karena harus berpikir keras untuk menyiapkan berbagai skenario di masa depan.
ADVERTISEMENT
"Bagaimana cara bikin defisit APBN di atas 3 persen tapi tidak running wild, tidak jadi berlarut-larut, ini suatu yang kita pikirkan, termasuk soal politik ekonomi, itu tidak gampang, reputasi dan kredibilitas harus digabung pada saat ada kesempatan," jelasnya.
Dia juga menegaskan bahwa segala cobaan akan terus terjadi dan tidak bisa diprediksi. Namun yang terpenting, pemerintah bisa siap dalam menghadapi cobaan tersebut serta memberikan respons yang cepat dan tepat.
"Menurut saya itu komitmen, kemudian training terus-menerus kita bangun reputasi dan kredibilitas, siapa yang akan enjoy ya rakyat, perekonomian kita, kalau ada policy maker dengan track record kita akan jauh lebih baik," pungkas Sri Mulyani.