kumparan
search-gray
Bisnis3 Oktober 2018 16:52

Sri Mulyani Berharap Bencana Sulteng dan NTB Tak Pukul Ekonomi RI

Konten Redaksi kumparan
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
Pemerintah berharap runtutan bencana alam yang terjadi tak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) tak akan mempengaruhi proyeksi pemerintah terhadap perekonomian sebesar 5,2 persen hingga akhir tahun ini. Sebab, kontribusi kedua daerah tersebut hanya kecil ke perekonomian nasional.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama kuartal II 2018 distribusi pertumbuhan ekonomi Sulawesi ke perekonomian nasional hanya 6,2 persen secara tahunan (yoy), sementara kontribusi ekonomi Bali dan Nusa Tenggara ke perekonomian nasional hanya 3,06 persen (yoy). Angka tersebut lebih kecil dibandingkan Jawa yang berkontribusi ke perekonomian nasional sebesar 58,61 persen (yoy) dan Sumatera 21,54 persen (yoy).
"Kalau kami lihat di dalam konteks pertumbuhan ekonomi, kami harapkan tidak akan terlalu banyak mempengaruhi. Tentu karena kami lihat dari sisi kontribusinya terhadap keseluruhan GDP (Gross Domestic Product) kita, kebetulan untuk Sulawesi Tengah dan NTB itu tidak sangat signifikan," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/10).
Presiden Jokowi tinjau evakuasi korban gempa Palu
Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja mengawasi proses evakuasi korban gempa di reruntuhan Hotel Roaroa di Palu, Sulawesi Tengah (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Dia pun berharap pemulihan di daerah yang terkena bencana tersebut bisa berjalan dengan cepat sehingga perekonomian dapat tumbuh.
ADVERTISEMENT
"Kami tentu juga berharap proses dalam rehabilitasi dan rekonstruksinya bisa menimbulkan dan mengembalikan tingkat aktivitas ekonomi di kedua daerah tersebut, juga akan positif terhadap ekonomi kita," tambahnya.
Untuk memulihkan perekonomian di wilayah tersebut, Sri Mulyani sebelumnya meminta industri perbankan untuk memberikan keringanan bagi masyarakat yang menjadi korban bencana alam tersebut. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha ultra mikro untuk membantu perekonomian.
"Kalau measure kembalikan ekonomi, sama seperti yang sebelumnya. Semua kredit-kredit perbankan bisa dihapuskan, sehingga tidak timbulkan beban. Kami juga akan tambah apakah ultra miro KUR di-drect ke situ. Kalau konstruksi, kami lihat siapa kontraktornya sehingga bisa timbulkan kegiatan ekonomi," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white