kumparan
19 September 2019 11:33

Sri Mulyani di Depan Ribuan Lulusan STAN: Jangan Khianati Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani berfoto bersama para wisudawan di Wisuda Akbar STAN di ICE BSD, Tangerang, Kamis (19/9/2019). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri wisuda akbar Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) di ICE BSD, Tangerang. Dengan mengenakan kebaya dan bersongket, dia memberikan selamat kepada 4.436 wisudawan/wisudawati.
ADVERTISEMENT
Di hadapan ribuan lulusan, Sri Mulyani mengatakan, mereka adalah produk dari Republik Indonesia karena dibiayai negara selama belajar di STAN. Karena itu, para lulusan ini diminta untuk tidak mengkhianati Indonesia.
"Anda semua adalah produk sah negara. Jadi dalam konteks ini Anda adalah harapan dan miniatur Indonesia. Kita mendidik seluruhnya. Saya harap kesadaran Anda semua, jangan pernah mengkhianati Indonesia karena Anda adalah anak kandung Republik Indonesia," kata Sri Mulyani, Kamis (19/9).
Sri Mulyani mengungkapkan, kesetiaan pada Indonesia diperlukan bagi lulusan STAN karena mereka adalah tulang punggung Indonesia dalam mengamankan keuangan negara. Pajak dan Bea Cukai menjadi garda terdepan dalam penerimaan pajak. Karena itu, dia mengatakan, untuk dua program studi tersebut harus ditanamkan keyakinan bahwa negara bertumpu pada kualitas orang-orang di dalamnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Wisuda Akbar STAN di ICE BSD, Tangerang, Kamis (19/9/2019). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Peningkatan Sumber Daya Manusia dalam mengurusi keuangan negara memang menjadi vital. Sebab dengan kemajuan teknologi, banyak pekerjaan di sektor keuangan yang bisa digantikan oleh robot.
ADVERTISEMENT
"Jangan tepuk tangan dulu karena pekerjaan akuntansi sangat mungkin digantikan intellegence artificial. Artinya lulusan hari ini harus lebih baik dari robot yang gantikan pekerjaan Anda. Manusia lebih baik dari robot tapi kalau kita tidak meningkatkan kemampuan kita, maka Anda akan digantikan mesin," lanjutnya.
Sri Mulyani mengatakan, meski lulusan STAN hari ini akan memasuki era dunia kerja, dia meminta jangan cepat berpuas diri. Lulusan ini harus tetap mau belajar menghadapi perubahan yang ada agar bisa memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.
Dia juga berharap suatu saat nanti salah satu dari ribuan mahasiswa yang diwisuda hari ini bisa menggantikan posisinya sebagai menteri keuangan.
"Kalian akan jadi punggawa keuangan negara. Mungkin salah satu dari kalian akan berdiri di sini menggantikan saya di sini," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan