Sri Mulyani Sebut Dunia Resesi 2023: Jangan Khawatir!

29 September 2022 18:40
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) menyerahkan dokumen kepada Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kanan) disaksikan Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel (kiri) dalam rapat paripurna DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8/2022). Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) menyerahkan dokumen kepada Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kanan) disaksikan Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel (kiri) dalam rapat paripurna DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8/2022). Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat dan negara Eropa berpotensi mengalami resesi pada tahun 2023.
ADVERTISEMENT
“Kami menyampaikan gambaran gejolak ekonomi global saat ini tidak untuk membuat kita khawatir dan gentar - namun untuk memberikan sense bahwa gejolak perekonomian tahun ini maupun tahun depan yang akan kita hadapi bersama harus dapat diantisipasi dan dikelola dengan prudent dan hati-hati,” ungkap Menkeu dalam Rapat Paripurna DPR RI ke 7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022-2023, Kamis (29/9).
Bendahara negara tersebut melanjutkan, APBN 2023 diharapkan menjadi instrumen dalam menjaga perekonomian Indonesia di tengah gejolak yang terjadi di dunia.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Tak hanya itu, ia mengungkapkan, keputusan DPR bersama pemerintah untuk melakukan konsolidasi fiskal pada tahun 2023 merupakan keputusan yang benar, penting, strategis dan tepat waktu.
"Setelah 3 tahun kita dihadapkan pada pandemi dan konsekuensinya yang menyebabkan defisit APBN meningkat melebihi batas 3 persen PDB, mengembalikan kesehatan APBN adalah langkah bijak dan tepat dihadapkan pada ketidakpastian global dan kenaikan cost of fund yang luar biasa cepat dan tinggi," tandasnya.
ADVERTISEMENT
Berikut Rincian UU APBN 2023:
  • Pertumbuhan ekonomi disepakati 5,3 persen pada 2023. Target tersebut lebih besar dibandingkan target pada APBN 2022 yakni 5,2 persen
  • Kemudian, laju inflasi di tahun depan disepakati sebesar 3,6 persen. Besaran ini meningkat dari target yang ditetapkan pada nota keuangan RAPBN 2023 yakni 3,3 persen.
  • Nilai Tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat untuk 2023 disepakati sebesar Rp 14.800. Sementara Tingkat Bunga SUN-10 Tahun disepakati sebesar 7,90 persen.
  • Harga Minyak Mentah Indonesia untuk 2023 disepakati sebesar USD 90 per Barel. Lalu Lifting Minyak Bumi disepakati sebesar 660 ribu barel per hari. Sedangkan Lifting Gas Bumi disepakati 1.100 ribu barel setara minyak per hari.
  • Untuk target pembangunan, disepakati bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) akan dijaga pada kisaran 5,3-6 persen. Sementara Tingkat Kemiskinan berada di kisaran 7,5-8,5 persen. Sedangkan Gini Ratio berada di kisaran indeks 0,375-0,378.
  • Kemudian Indeks Pembangunan Manusia disepakati 73,31-73,49.Sementara Nilai Tukar Petani (NTP) disepakati di kisaran 105-107 dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) di kisaran 107-108.
ADVERTISEMENT